Minggu, 26 April 2026

Blitar

Cerita Cak Percil di Penjara Hongkong, Makan Enak 3 Kali Tapi Begini Cara Salatnya

KENANGAN PELAWAK #BLITAR DALAM PENJARA HONGKONG. "Saya selalu kebagian jadi juru adzan. Ayo Indonesia, adzan!"

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: yuli
mohammad romadoni
Deni Afriadi alias Cak Percil bersama istrinya, Deni Kristiani, di rumahnya, Desa Balerejo, Kecamatan Panggung Rejo, Kabupaten Blitar, Jumat (9/3/2018) sekira pukul 02.00 WIB. 

SURYAMALANG.COM, BLITAR - Pelawak Cak Percil mulai merasakan kegundahan ketika berada dalam penjara Lai Chi Kok Hongkong.

Reporter SURYAMALANG.COM mendatangi rumah Deni Afriadi alias Cak Percil itu di Desa Balerejo, Kecamatan Panggung Rejo, Kabupaten Blitar, Jumat siang (9/3/2019).

Pertama kali berada di penjara membuatnya syok. Namun, sebisa mungkin dia menangkan diri.

Pria 31 tahun ini menceritakan pengalamannya saat berada di dalam penjara bercampur narapidana kriminal dari berbagai negara. Dia berusaha beradaptasi untuk menyesuaikan di lingkungan penjara.

"Pastinya kaget ya, di dalam penjara mengenakan baju tahanan," tuturnya.

Cak Percil mengatakan, fasilitas di dalam penjara Hongkong sangat baik. Dalam satu hari makan tiga kali. Menunya enak, chinese food.

"Kalau makan di penjara di luar negeri pakai wadah seperti nampan besi. Ya, nyaris mirip sama adegan film-film action di dalam penjara," bebernya.

LIHAT JUGA: VIDEO - Cerita Lucu Cak Percil dan Cak Yudho Selama Dikurung di Hongkong

Adapun aktivitasnya ketika mendekam di dalam sel penjara yakni mengikuti jadwal kegiatan yang telah ditetapkan.

"Biasanya, ya makan pagi setelah itu olahraga bersama narapidana lain," ucapnya.

Menurut dia, sel penjara diatur satu deret untuk narapidana muslim. Biasanya, akan ada sipir memberitahu waktu salat narapidana muslim.

Di tempat itu telah disediakan ruang khusus ibadah bagi narapidana dan petugas penjara muslim. Tentunya, karena berada di dalam penjara terkait waktunya dibatasi yaitu ketika salat Dhuhur dan Ashar.

Sedangkan ketika malam, narapidana melaksanakan ibadah salat Magrib dan Isya, Subuh di dalam sel.

"Saya selalu kebagian jadi juru adzan. Ayo Indonesia adzan," katanya menirukan narapidana lain kala itu.

Nah, apabila menjelang malam, dia selalu mengumandangkan adzan di dalam sel. Mereka narapidana muslim salat berjamaah meski terhalang jeruji besi.

"Jadi deret penjara paling depan yang menjadi imam salat. Suaranya harus keras agar tedengar hingga sel deret paling belakang," bebernya.

Sepengetahuannya, dia berada di sel penjara lantai dua yang menampung narapidana dari negara lainnya. Meski berbeda agama para penghuni sel selalu menjujung toleransi antar umat beragama.

"Mereka selalu menghormati ketika ada suara adzan," imbuhnya. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved