Malang Raya

Sektor Wisata Sumbang Kenaikan Dana PMI di Kabupaten Malang

Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang menargetkan perolehan pengumpulan dana tahun 2018 mencapai lebih dari Rp 1 miliar.

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: yuli
SURYAMALANG.COM/Ahmad Amru Muiz
Bupati Rendra Kresna menyematkan tanda peserta pelatihan PMI Kabupaten Malang, Kamis (1/3/2018). 

SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang menargetkan perolehan pengumpulan dana tahun 2018 mencapai lebih dari Rp 1 miliar.

Hal itu seiring dengan adanya peningkatan jumlah wisatawan ke Kabupaten Malang sebagai salah satu penyumbang pengumpulan dana PMI.

Ketua Bulan Bakti PMI Kabupaten Malang, Nasril mengatakan, pengumpulan dana PMI di Kabupaten Malang tersebut dapat berjalan secara optimal dengan bantuan semua komponen yang bekerja maksimal dengan terus memperluas jaringan.

"Hasilnya bisa dilihat sekarang, dimana pengumpulan dana PMI setiap tahun selalu mengalami kenaikan," kata Nasril, Jumat (9/3/2018).

Dijelaskan Nasri, partisipasi pengumpulan Bulan Dana PMI juga ditunjang dengan adanya kerjasama dengan semua instansi. Bahkan, peningkatan pengumpulan dana PMI sekarang ini juga ditunjang oleh banyaknya para wisatawan yang masuk ke Kabupaten Malang.

"Makanya, untuk tahun ini kamipun masih berharap adanya peningkatan pengumpulan dana PMI dari Pariwisata. Dimana tahun lalu peningkatan dana PMI dari wisata bisa mencapai sekitar Rp 170 juta," ucap Nasril

Sementara Ketua PMI Kabupaten Malang, H Rendra Kresna mengatakan, saat ini geliat pariwisata di wilayah Kabupaten Malang cukup signifikan. Hal itu tentunya dapat memberikan kontribusi besar atas peningkatan dana PMI. Dan itu terlihat dari terlampauinya target pengumpulan dana PMI yang ditetapkan setiap tahun.

"Dengan adanya penambahan dana PMI dari sektor pariwisata maka akan bisa membuka ruang lebih besar bagi rekan-rekan dalam menjalankan fungsinya. Khususnya di dalam melengkapi peralatan yang terbilang mahal di PMI," kata Rendra.

Kondisi peralatan yang sangat dibutuhkan oleh PMI, ungkap Rendra, terutama peralatan untuk pengambilan dan pengujian darah dari pendonor. Dimana peralatan tersebut harganya relatif mahal dengan kebutuhan yang cukup banyak. Seperti alat tes penggolongan darah dengan harga per pack mencapai Rp 200 ribu.

"Bila ada pengambilan darah pada 1.000 orang maka sudah bisa dihitung kebutuhan dana mencapai Rp 200 juta. Padahal saat ini di Kabupaten Malang memiliki pendonor darah tetap mencapai 12 ribu orang. Bisa dibayangkan besarnya biaya peralatan yang dibutuhkan," ucap Rendra.

Di samping itu, ungkap Rendra, kebutuhan peralatan untuk membuat darah steril dan kualitasnya terjaga dengan peralatan canggih juga membutuhkan biaya cukup mahal.

Maka dari itu, tambah Rendra, dengan berbagai kebutuhan tersebut, maka adanya penambahan pengumpulan dana PMI harus terus dilakukan. Dengan demikian kebutuhan peralatan PMI Kabupaten Malang bisa terpenuhi.

"Maka dari itu, kami akan terus berupaya memenuhi kebutuhan dana PMI tersebut, baik melalui pengadaan maupun dengan cara pinjam pakai alat yang ada di Dinas Kesehatan," tutur Rendra. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved