Pilkada Kota Malang
Mencermati Program-program Semua Calon Wali Kota Malang
Maulina Pia Wulandari: pemilih harus cerdas dan aktif mencari tahu seperti apa calon yang hendak dipilihnya di bilik suara nanti.
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: yuli
SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Masa kampanye Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang 2018 berjalan hampir satu bulan.
Tiga pasangan calon kepala daerah Kota Malang sudah blusukan dan berkampanye bertemu warga pemilih sejak 15 Februari lalu.
Mereka berkampanye untuk mengajak pemilih memilih mereka dalam masa pencoblosan 27 Juni nanti. Tidak ada ajakan, mereka juga menyampaikan program kerja kepada para pemilih.
Program kerja para Paslon ini sudah disampaikan bersama dengan naskah visi dan misi Paslon ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang.
Warga pemilih bisa membacanya sebelum nantinya memutuskan memilih siapa. Seperti pesan dari salah satu Dosen FISIP Universitas Brawijaya, Maulina Pia Wulandari, pemilih harus cerdas dan aktif mencari tahu seperti apa calon yang hendak dipilihnya di bilik suara nanti.
Keaktifan pemilih itu salah satunya bisa dengan cara mencari visi dan misi para calon, juga program yang ditawarkan.
Sebelumnya, SURYAMALANG.COM membahas tentang visi dan misi tiga Paslon kepala daerah Kota Malang. Lalu bagaimana dengan program kerja yang mereka tawarkan.
Baca juga: Visi dan Misi Semua Cawali Malang Tidak Tunjukkan Anti Korupsi
Pasangan nomor urut 1 Yaqud Ananda Gudban - Ahmad Wanedi (Menawan) menawarkan 25 program yang mereka sebut dengan "25 Aksi Menawan'.
"25 program aksi Menawan ini tidak hanya berasal dari kami, tetapi juga hasil masukan dari masyarakat. Kami menyerap aspirasi karena pembangunan itu harus dibangun dari bawah ke atas," ujar Calon Wali Kota Malang Yaqud Ananda Gudban di sela-sela peluncuran media center Menawan, Senin (12/3/2018).
Ia mencontohkan program yang mengadaptasi dari kebutuhan masyarakat yakni satu kelurahan satu ambulans. Nanda menuturkan program itu ditawarkan setelah mendengarkan keluhan dan masukan dari seorang warga di Kelurahan Buring Kecamatan Kedungkandang.
Beberapa program lain di antaranya 1.000 beasiswa kuliah gratis per tahun untuk warga Kota Malang, ketersediaan air bersih yang stabil, transparansi anggaran dan penerapan e-budjeting, juga menjadikan Kota Malang sebagai barometer musik dan barometer pembinaan serta pengembangan olahraga.
Menawan juga menawarkan Kota Malang bebas dan banjir dan genangan, juga tidak macet. Menawan juga berjanji jalan berlubang di Kota Malang teratasi dalam setahun pemerintahan mereka jika terpilih. Menawan juga menawarkan program subsidi angkutan umum gratis untuk pelajar, ibu rumah tangga, buruh pabrik, dan pedagang kecil.
"Untuk subsidi angkutan umum ini teknisnya menyusul," imbuh Nanda.
Sementara itu pasangan nomor urut 2 M Anton dan Syamsul Mahmud (Asyik) menwarkan 10 program prioritas. Ketua tim pemenangan pasangan Asyik, Arif Wahyudi meminta Surya mengutip program kerja itu di laman KPU KOta Malang.
"Program kerja dan visi misi sudah ada di website KPU Kota Malang," ujar Arif.
Ke-10 program prioritas itu antara lain penguatan pendidikan berkarakter melalui sinergi sekolah dan keluarga, beasiswa bagi siswa miskin berprestasi hingga jenjang pendidikan tinggi, pengembangan ekonomi kreatif dan inovasi, juga satu kecamatan satu pusat inkubasi wirausaha, dan revitalisasi pasar rakyat serta penguatan koperasi.
Pasangan Asyik juga menawarkan program memperbanyak kawasan bebas kumuh dan tangguh bencana, juga pengembangan Malang Art Center sebagai pusat edukasi dan pelestarian budaya. Pasangan ini juga menjanjikan penguraian kemacetan dan mengurangi titik genangan, serta penyempurnaan pengembangan sistem smart governance.
Sementara itu, pasangan nomor urut 3 Sutiaji - Sofyan Edi Jarwoko (Sae) mengenalkan programnya sebagai Tri Prasetya. Program ini memprioritaskan pembangunan infrastruktur, ekonomi dan kesejateraan rakyat.
"Kami juga berkomitmen tegas anti korupsi dan narkoba," tegas Sutiaji.
Pasangan Sae membagi program kerja dalam tujuh sektor yakni reformasi birokrasi, pendidikan, kesehatan, ekonomi, transportasi, sosial, dan lingkungan hidup.
Sektor pendidikan antara lain adanya akses layanan pendidikan gratis selama 12 tahun, juga pemberian tunjangan guru, kepala sekolah dan tenaga pendidikan berbasis kinerja.
Sedangkan di sektor ekonomi antara lain revitalisasi pasar rakyat dan pembangunan pasar modern berbasis rakyat.
Sementara di sektor lingkungan antara lain membangun pengelolaan sampah di tiga lokasi strategis di KOta Malang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/dosen-ilmu-komunikasi-universitas-brawijaya-maulina-pia-wulandari-phd_20180214_193124.jpg)