Malang Raya

Pola Pencairan Dana Desa Diubah Menjadi Tiga Tahap

BUPATI #MALANG: Kami minta Kades tidak perlu takut dan khawatir bila sudah menjalankan program sesuai APBDes dan aturan yang ada.

Pola Pencairan Dana Desa Diubah Menjadi Tiga Tahap
SURYAMALANG.COM/Ahmad Amru Muiz
Bupati Malang, H Rendra Kresna 

SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Pola pencairan dana desa (DD) di Kabupaten Malang diubah menjadi tiga tahap dari sebelumnya dua tahap.

Hal itu dilakukan Pemerintah untuk lebih mempercepat pemanfaatan DD terkait waktu dan meringankan pelaporan pertanggung jawaban penggunaan DD.

Bupati Malang, Rendra Kresna mengatakan, pola pencairan DD dilakukan tiga tahap yakni tahap pertama sebesar 20 persen, tahap dua sebesar 40 persen, dan tahap tiga sebesar 40 persen.

Di samping itu, dalam peraturan baru diharuskan ada pengerjaan di lapangan yang dibiayai DD sebesar 40 persen sebelum pencairan.

"Dengan demikian, diharapkan pengerjaan fisik yang dibiayai DD bisa lebih cepat berjalan dan tidak harus menunggu dana cair dahulu karena dipastikan akan memakan waktu," kata Rendra Kresna, Jumat (16/3/2016).

Dijelaskan Rendra, dalam pemanfaatan DD semuanya harus mentaati aturan teknis penggunaan.

Untuk pencairan DD tahap pertama harus sudah ada pertanggung jawaban dahulu sebelum dilakukan pencairan tahap kedua.

Demikian seterusnya sehingga pelaporan pertanggung jawaban penggunaan DD tidak harus menunggu dan menumpuk setelah DD dicairkan semua pada tahun akhir anggaran.

"Kami kira aturan baru terkait penggunaan DD dan sistem pertanggung jawabannya dibuat Pemerintah lebih mudah dan ringan sehingga tidak terlalu membebani Kades sebagai pelaksana lapangan," ucap Rendra.

Mengenai adanya sejumlah Kades di Kabupaten Malang terjerat pidana terkait penggunaan DD, ungkap Rendra, itu lebih disebabkan oleh individu Kades sendiri. Artinya, persoalan tersebut bukan menyangkut program DD yang salah.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved