Malang Raya

Tim Sukes: Meskipun jadi Tersangka, Bu Nanda Belum Tentu Bersalah

TIM SUKSES CAWALI NANDA GUDBAN: Meskipun jadi tersangka belum tentu dia bersalah, jadi tidak bisa itu menjadi 'judgement' bersalah.

Tim Sukes: Meskipun jadi Tersangka, Bu Nanda Belum Tentu Bersalah
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Ya'qud Ananda Gudban 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan M Anton dan Ya'qud Ananda Gudban sebagai tersangka korupsi dalam proses pembahasan Perubahan APBD Kota Malang 2015.

Anton adalah Wali Kota Malang non aktif yang mencalonkan lagi untuk Pilkada Kota Malang 2018. Sedangkan Ananda adalah anggota DPRD yang mengundurkan diri, kemudian juga maju sebagai cawali.

Bagaimana reaksi tim sukses mereka?

Tim pemenangan pasangan Ya'qud Ananda Gudban - Ahmad Wanedi (Menawan) tetap meneruskan kampanye dan berjuang memenangkan jago masing-masing.

"Kami juga mengharapkan semua pihak mengedepankan asas praduga tidak bersalah," ujar juru bicara tim pemenangan Paslon Menawan, Dito Arief, kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (21/3/2018).

Menghadapi proses hukum ini, tegas Dito, pasangan calon, pengurus partai politik pengusung dan pendukung, serta relawan tetap solid.

"Bahkan makin solid, jadi tidak hanya kesolidan yang menawan tetapi juga penuh kekeluargaan. Kami merasakan apa yang dirasakan Bu Nanda," tegasnya.

Tim Menawan, lanjut Dito, tetap melanjutkan kampanye serta berjuang memenangkan Paslon Menawan. Ketika nanti warga bertanya tentang status hukum Nanda Gudban, Dito menegaskan status tersangka bukanlah status hukum terakhir seseorang.

"Meskipun jadi tersangka belum tentu dia bersalah, jadi tidak bisa itu menjadi 'judgement' bersalah. Masih ada proses pembuktian," tegasnya.

Kampanye akan berjalan sesuai jadwal, seperti yang dilakukan oleh Paslon Menawan hari ini di Kecamatan Sukun.

Penetapan tersangka itu, lanjut Dito, menjadi tantangan tersendiri karena tim akan bekerja lebih keras lagi. Meski begitu, imbuhnya, apa yang menimpa Nanda tidak dialami oleh Nanda sendiri tetapi juga calon wali kota yang lain.

Ketika Pimpinan KPK Basaria Panjaitan mengumumkan tersangka baru dalam dugaan perkara Tipikor di Kota Malang, Paslon Menawan, pejabat Parpol pengusung dan pendukung serta relawan sedang melakukan konsolidasi. Mereka melihat pengumuman itu melalui siaran langsung di stasiun televisi.

Baca: Tim Sukses: Abah Anton Tidak Menerima Sepeser Pun Uang Haram

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved