Malang Raya

Mengapa Dua Cawali Malang Ditahan? Ini Jawaban Pejabat KPK

Kalau di KUHAP, pertimbangan subyektif itu di antaranya khawatir melarikan diri, merusak/menghilangkan bukti, atau mengulangi perbuatan.

Mengapa Dua Cawali Malang Ditahan? Ini Jawaban Pejabat KPK
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Calon Wali Kota Malang, Yaqud Ananda Gudban, diwawancarai wartawan usai diperiksa sebagai saksi dalam kasus suap APBD-P TA 2015 kota Malang oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Mapolres Malang Kota, Kamis (22/3/2018). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memakai pertimbangan subyketif dan obyektif dalam menahan tujuh tersangka suap pembahasan Perubahan APBD Kota Malang 2015.

Pertimbangan ini sesuai Pasal 21 KUHAP bahwa penahanan bisa dilakukan berdasarkan pertimbangan subyektif dan obyektif penyidik.

Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha mengatakan atas pertimbangan itulah penyidik KPK menahan tujuh tersangka, Selasa (27/3/2018).

"Kalau di KUHAP, pertimbangan subyektif itu di antaranya khawatir melarikan diri, merusak/menghilangkan bukti, atau mengulangi perbuatan," ujar Arsa kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (27/3/2018).

Lebih lanjut Arsa mengatakan, untuk kepentingan penyidikan dugaan korupsi suap pembahasan P-APBD Kota Malang 2015, penyidik menahan ketujuh orang tersangka itu.

Ketujuh orang itu adalah M Anton, Yaqud Ananda Gudban, Rahayu Sugiarti, Heri Pudji Utami, Sukarno, Hery Subiantono, dan Abd Rachman.

Anton merupakan Wali Kota Malang non-aktif yang kini mencalonkan diri sebagai calon wali kota di Pilkada Kota Malang 2018.

Sementara Nanda Gudban adalah mantan anggota DPRD Kota Malang 2014 - 2019, yang kini juga mencalonkan diri sebagai calon wali kota di Pilkada Kota Malang 2018.

Baca: Cawali Malang Tak Menolak saat Dipeluk Pria, Suasana jadi Ricuh

Sementara lima orang lainnya adalah anggota DPRD Kota Malang 2014 - 2019. Rahayu adalah Wakil Ketua DPRD Kota Malang.

Halaman
12
Penulis: Sri Wahyunik
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved