Pilkada Kota Malang

Debat Publik Pilkada Kota Malang Serba Tidak Pasti

#MALANG - Ketidakpastian ini terjadi setelah dua calon wali kota ditahan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Debat Publik Pilkada Kota Malang Serba Tidak Pasti
sri wahyunik
Undangan acara di DPRD Kota Malang. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Rapat koordinasi (Rakor) pembahasan mekanisme debat publik pertama Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang 2018 antara komisioner KPU Kota Malang, dan tim sukses pasangan calon berjalan alot, Kamis (29/3/2018).

Hingga Rakor selesai, tidak ada kesepakatan antara tim sukses Paslon dan KPU.

Rakor itu pun akhirnya menghasilkan ketidakpastian. Ketidakpastian itu bukan menyangkut apakah debat publik pertama itu digelar atau tidak. Ketidakpastian itu menyangkut siapa yang akan berdebat di acara itu. Ketidakpastian ini terjadi setelah dua calon wali kota ditahan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Rencananya debat publik Pilwali Kota Malang digelar, Sabtu (7/4/2018). Kegiatan ini sudah dijadwalkan jauh hari dan berdasarkan kesepakatan antara KPU dan pasangan calon. Kesepatan itu diambil sebelum KPK menahan dua calon wali kota, Yaqud Ananda Gudban dan M Anton.

Sembilan hari sebelum debat berlangsung, KPU mengundang tim pemenangan tiga Paslon untuk membicarakan mekanisme debat publik itu.

Rakor itu akhirnya tidak banyak membicarakan mekanisme, tetapi diwarnai usulan dan adu argumen dari tim pemenangan tigas Paslon.

Juru Bicara Pasangan Menawan (Yaqud Ananda Gudban - Ahmad Wanedi), Dito Arief mengatakan jika dimungkinkan, Nanda bisa dihadirkan dan mengikuti debat. Namun jika memang tidak bisa, tim-nya mengusulkan debat itu menjadi ajang debat antar calon wakil wali kota.

"Acara debat nanti pasti dalam suasana tidak menyenangkan. Jika tetap dilakukan maka, satu Paslon utuh dan dua pincang. Berdasarkan Peraturan KPU tidak ada opsi lain kecuali melaksanakan debat itu. Namun pertanyaan kami apakah itu nanti akan menjadi fair dan adil. Apalagi debat itu nanti menjadi uji kompetensi para pasangan calon. Kalau memang tetap dilanjutkan, kami usulkan supaya debat itu menjadi debat calon wakil wali kota," tegas Dito.

Sementara Ketua tim pemenangan pasangan Asik (M Anton - Syamsul Mahmud), Arif Wahyudi meinta supaya debat publik itu ditunda. Senada dengan Dito, Arif juga menegaskan kalau debat publik itu tidak akan memenuhi rasa keadilan.

"Usul eksrem kami, debat publik ini ditunda," ujar Arif. Sebab, tim Asik akan berkoordinasi dengan Calon Wali Kota M Anton yang saat ini ada di tahanan KPK.

Halaman
12
Penulis: Sri Wahyunik
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved