Advetorial

HUT Kota Malang ke-104, Momentum Kebangkitan Bersama

Kemeriahan peringatan HUT Kota Malang yang ke 104 dimulai sejak apel pagi di halaman depan Balai Kota Malang.

HUT Kota Malang ke-104, Momentum Kebangkitan Bersama
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Ketua DPRD Kota Malang, Abdul Hakim, menyerahkan potongan tumpeng HUT Ke-104 Kota Malang pada Pjs Wali Kota Malang, Wahid Wahyudi, didampingi Sekretaris Daerah Pemkot Malang, Wasto, dalam Rapat Paripurna Istimewa HUT Ke-104 Kota Malang di Gedung DPRD Kota Malang, Senin (2/4/2018). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Kota Malang berusia seabad lebih. Tepatnya berusia 104 tahun. Momentum ulang tahun itu pun dimeriahkan oleh segenap legislatif, eksekutif dan yudikatif di Kota Malang

Kemeriahan peringatan HUT Kota Malang yang ke 104 dimulai sejak apel pagi di halaman depan Balai Kota Malang. Upacara pun nampak meriah karena semua peserta upacara mengenakan baju adat khas Kota Malang.

Begitu juga di Gedung DPRD Kota Malang. Anggota DPRD yang menggelar Rapat Paripurna pun mengenakan pakaian adat khas Kota Malang, baju malangan. Suasana meriah meski Rapat Paripurna Istimewa peringatan HUT ke-104 Kota Malang hanya dihadiri 22 anggota legislatif.

Ketua DPRD Kota Malang Abdul Hakim mengucapkan selamat kepada Kota Malang yang telah berusia 104. Menurutnya, di usia yang ke 104 itu, Kota Malang telah tumbuh menjadi kota yang mandiri dan berkembang pesat.

"Mudah-mudahan Kota Malang semakin terus berkembang dan maju," paparnya, Senin (2/4/2018).

Di usia yang semakin tua, Abdul Hakim mengajak masyarakat Kota Malang semakin mengokohkan persatuan. Pasalnya, menurut Hakim, Kota Malang tidak bisa dibangun oleh sekelompok orang saja.

Perlu ada kerjasama antara pemerintah dengan masyarakat. Kerjasama itu akan mengantarkan Kota Malang menjadi kota yang lebih baik.

"Kita semakin tua, maka kita harus bersama-sama. Semua harus terlibat. Para alim ulama, intelektual, pemuka agama, generasi muda, kemudian juga yang lainnya. Semuanya harus bersinergi menuju arah yang kita inginkan," terangnya.

Dalam pidatonya juga, Hakim menyebutkan usia ke-104 tahun Kota Malang merupakan momentum untuk kebangkitan dan meneruskan pembangunan Kota Malang.

"Ini juga merupakan bentuk syukur dan apresiasi tokoh, pahlawan, dan masyarakat, khususnya para pendiri untuk mewujudkan kota gemah rimpah lohjinawi," kata Hakim.

Yang menarik, diakhir sidang paripurna, Hakim membacakan puisi dari anaknya. Puisi itu terkait curahan hati sang anak akan situasi yang dialami Hakim. Seperti diketahui, Hakim dan belasan anggota DPRD Kota Malang menjadi tersangka terkait dugaan kasus suap penganggaran APBD 2015.

Penulis: Benni Indo
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved