Breaking News:

Malang Raya

Polres Batu Dukung Media Jadi Pelopor Menolak Hoax

Menyikapi fenomena ini, Kapolres Batu, AKBP Budi Hermanto melontarkan imbauan agar tidak terpancing kabar hoax, apalagi di tahun politik ini

Penulis: Sany Eka Putri | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM/Sany Eka Putri
Kapolres Batu, AKBP Budi Hermanto (tiga dari kiri), bersama jajaran IJTI dan Pemkot Batu seusai acara Talkshow Membangun dan Menjadi Pelopor anti hoax yang digelar oleh Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Malang Raya di Hotel Purnama, Kamis (5/4/2018). 

SURYAMALANG.COM, BATU - Berita tidak benar alias hoax, kini sudah mewabah makin tak terbendung. Akibatnya, banyak pihak dirugikan karena berita hoax ini.

Menyikapi fenomena ini, Kapolres Batu, AKBP Budi Hermanto melontarkan imbauan agar tidak terpancing kabar hoax, apalagi di tahun politik ini.

Budi Hermanto berharap media elektronik seperti televisi, media cetak, dan media online bisa menjadi panutan untuk masyarakat.

"Ya berita hoax ini memang meresahkan masyarakat," kata Buher, sapaannya saat dijumpai dalam Talkshow Membangun dan Menjadi Pelopor anti Hoax yang digelar oleh Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Malang Raya di Hotel Purnama, Kamis (5/4/2018).

Buher berharap, setelah talkshow ini bisa diaplikasikan, dan tidak sekedar talkshow saja. Ia menegaskan, apabila ada masyarakat yang mengetahui berita hoax, segera melapor ke pihak kepolisian.

"Saya sangat berharap masyarakat ini peka. Makanya itu yang menjadi pelopor ini kan teman-teman media, bagaimana caranya membawa efek positif kepada masyarakat terkait berita," ungkap dia. 

Dia juga mengajak pengguna smartphone, mencermati pemberitaan dengan memastikan kebenarannya. Terpenting, kata dia, apakah informasi atau berita tersebut, berpotensi memecah belah persatuan bangsa atau sebaliknya.

Buher mengatakan, disadari atau tidak, saat ini kita berhadapan dengan pelaku teror, salah satunya melalui penyebaran berita hoax.

"Ke depan agar terjalin kolaborasi dan kerja sama dengan berbagai pihak, baik media, pemerintah, dan elemen masyarakat lainnya, untuk secara masif dan aktif menangkal berita hoax," pungkasnya.

Ketua IJTI Malang Raya, Edy Cahyono mengatakan, dipilihnya tema ini karena saat ini siapa saja bisa menjadi penyebar berita. Apalagi dengan kecanggihan teknologi, oleh karena itu sebagai media mainstream harus bisa mengontrol jenis berita.

"Contohnya ini ya, kasus penganiayaan terhadap ustadz di Kecamatan Pujon beberapa waktu lalu. Nah yang punya ruang mengetahui berita itu hoax atau bukan, kan media. Ini tugas kita, menyampaikan ke masyarakat," kata Edy.

Ia menambahkan, ke depan nanti ia akan mengajak masyarakat untuk mengikuti Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ). Hal itu dikarenakan, siapa saja bisa membuat dan mempublikasikan berita dan disebarluaskan.

"Ini masih rencana, kami mengajak mereka agar bisa membuat berita yang positif. Karena siapa saja bisa jadi seorang jurnalis," pungkasnya.

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved