Breaking News:

Surabaya

Dari Semarang ke Surabaya Demi Melacur, Tarifnya Rp 1,5 Juta Sekali Kencan

Mereka ini sengaja datang dari Semarang ke Surabaya untuk melakukan kegiatan prostitusi. Modusnya memanfaatkan media sosial Facebook.

fatkhul alami
Pelaku dan korban trafficking yang diungkap Unit PPA Polrestabes Surabaya kenakan topeng saat rilis di Polrestabes Surabaya, Selasa (10/4/2018). 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA – Selain mengungkap human trafficking layanan “threesome”, Unit PPA Satereskrim Polrestabes Surabaya juga mengungkap kasus prostitusi dengan modus menawarkan perempuan melalui media sosial (medsos) facebook. Ini dilakukan mucikari asal Demak yang menawarkan perempuan-perempuan dari Semarang, Jawa Tengah (Jateng).

Trafficking ini dilakukan  Supriyatin. Wanita 31 tahun asal Mranggen, Demak, Jateng ini berangkat bersama tiga temman perempuan asal Semarang ke Surabaya. Mereka tiba di Kota Pahlwan, 9 April 2018 dan menginap di sebuah hotel di Surabaya Selatan.  

“Mereka ini sengaja datang dari Semarang ke Surabaya untuk melakukan kegiatan prostitusi. Modusnya memanfaatkan media sosial facebook,” sebut Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Kompol Ali Purnomo, Selasa (10/4/2018).

Saat berada di Surabaya, tersangka Supriyatin ini mengunggah status dan penawaran wanita yang bisa memberi layanan pijat dan hubungan badan lewat akun facebook. Unggahan status tersangka direspons dari seorang pria hidung belang yang minta dicarikan teman perempuan.

“Tersangka (Supriyatin) dan tamu itu selanutnya komunikasi lewat chatting di facebook. Setelah terjadai kesepakatan tarif, sang perempuan yang dipesannya berangkat ke hotel yang sudah dipesan tamu,” jelas Ali.

Tarif yang ditawarkan tersangka ke tamu, lanjut Ali, yakni Rp 1,5 juta untuk sekali kencan di hotel. Dari tarif itu, tersangka mendapat bagian Rp 300 ribu dan sisanya Rp 1,2 juta untuk korban.

Aksi prostitusi ini terkuak, setelah ARS (29) yang merupakan perempuan yang melayani tamu digerebak sedang melayani tamu di hotel di Surabaya Selatan. Dia ternyata ‘anak binaan’ tersangka Supriyatin yang akhirnya ikit ditangkap.

Dalam pemeriksaan, tersangka ternyata tidak hanya menawarkan ARS saja. Ada dua perempuan lainnya asal Semarang yang dibawa dan ditawarkan ke pria hidung belang di Kota Pahlawan.

“Pelaku ini memang kerjaanya gituan (prostitusi). Selain di Seurabaya, di Semarang juga mereka beraktivitas melayani tamu,” cetus Ali.

 Dari kasus ini, polisi mengamankan barang bukti uang  Rp 300, satu hanphone (HP) dan alat pengaman hubungan badan.

Penulis: fatkhulalami
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved