Universitas Negeri Malang

Mahasiswa Universitas Negeri Malang Diwadahi Tempat Wirausaha

Halaman parkir selatan perpustakaan pusat Universitas Negeri Malang (UM) dijadikan tempat pameran dan kompetisi wirausaha mahasiswa.

Mahasiswa Universitas Negeri Malang Diwadahi Tempat Wirausaha
sylvianita widyawati
Kegiatan wirausaha mahasiswa Universitas Negeri Malang ( UM) dengan dibuatkan stand-stand selama dua hari sampai Kamis (19/4/2018). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Selama dua hari, Rabu dan Kamis (17-18 April 2018), halaman parkir selatan perpustakaan pusat Universitas Negeri Malang (UM) dijadikan tempat pameran dan kompetisi wirausaha mahasiswa.

UM memberikan wadah buat mahasiswa menawarkan produknya juga dinilai. Ada 80 stand outdoor dengan berbagai produk mulai makanan sampai masker. Wakil Rektor III UM, Prof Dr Samsul Hadi MPd menyatakan rasa senangnya karena banyak mahasiswa berwirausaha di acara itu.

Padahal saat rapat awal sempat ragu bisa mencapai peserta sebanyak itu. Namun ternyata dari perwakilan fakultas-fakultas banyak. "Sampai menolak," kata Samsul Hadi. Karena itu ia mengharapkan pada mahasiswa nanti jika lulus menjadi wirausaha sebagai pilihan pertama.

"Jurusan apapun punya wadah berwirausaha. Baru kalau sudah mentok, pilih pekerjaan lain seperti PNS," ujar dia. Selama ini, memilih menjadi PNS atau bekerja di orang lain selalu nomer satu dan dua. Kalau mentok, jadi wirausaha. Ia ingin ini sebaliknya.

"Pesan saya, wirausaha adalah first choice untuk membangun ekonomi kalian," jelasnya. Subur Hariyono, Kasubag Pelayanan Kesejahteraan Mahasiswa Bagian Kemasiswaan menambahkan mahasiswa yang terlibat rata-rata semester 6 sampai 8.

"Jika sudah punya usaha lebih awal, nama nanti bisa saat keluar bisa bikin CV. Sehingga bisa ikut mengerjakan pekerjaan," ujar Subur. Mahasiswa dalam menawarkan produknya juga energik dan menggiring mampir. Dari salah satu stand ada penjualan limbah keramik bernama Krawil Sand.

Harganya dijual Rp 10.000 per kantong isi 3 kg. "Ini untuk tempat membuang kotoran hewan peliharaan," jelas Khresna, mahasiswa Biologi UM. Ia bersama dua temannya menjual itu. Pasir itu bisa menggumpal jika misalkan kucing kencing.

Beda jika kucing kencing di tanah membuat pesing. Namun pasir itu tidak. Bahkan ada aroma melon, lavender dan jeruk. "Ini buat solosi yang memiliki hewan peliharaan di kota," kata dia. Dalam dua pekan bisa memproduksi 15 ton yang dipasarkan tak hanya di Malang tapi juga daerah lain.

Tentang adanya kegiatan ini ia juga suka karena menjadi pemicu mahasiswa menciptakan lapangan kerja sendiri dengan berinovasi.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved