Kota Batu
Seni Bantengan Kota Batu Curi Perhatian Tamu Apeksi
Wakil Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana mengungkapkan kekagumannya pada kesenian yang dimiliki Kota Batu.
Penulis: Sany Eka Putri | Editor: yuli
SURYAMALANG.COM, KOTA BATU - Sepanjang jalan Panglima Sudirman di Kota Batu penuh dengan lautan manusia. Mereka menyaksikan Pawai Budaya yang di gelar di sepanjang jalan Panglima Sudirman. Dalam Pawai Budaya ini diikuti oleh semua peserta Apeksi ke 14. Kegiatan Pawai Budaya ini digelar dalam serangkaian Rapat Koordinasi Komwil IV (Jatim, Bali, NTB, NTT) dalam Apeksi ke 14 di Kota Batu.
Dalam pawai budaya ini ditutup dengan penampilan kesenian Bantengan khas Batu. Begitu penampilan Bantengan ini pecah, dsn mulai banyak yang kesurupan, para Wali Kota pun sontak terkejut. Ekspresi mereka ada yang ketakutan, ada juga yang justru penasaran dan merekam kesenian Bantengan. Selama pertunjukan Bantengan, warga pun mulai mendekati panggung di depan Rumah Dinas Kota Batu.
Setidaknya pertunjukan Bantengan ini berlangsung selama kurang lebih 30 menit. Semua mata tertuju pada penampilan Bantengan. Wakil Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana mengungkapkan kekagumannya pada kesenian yang dimiliki Kota Batu.
"Wah ini keren sekali. Kami jadi saling tahu kesenian dari berbagai daerah. Ya inilah keseruan dalam kegiatan ini," kata dia.
Dalam penampilan Pawai Budaya Kota Mataram menampilkan kesenian Jaran Kamput. Lalu ada juga Kota Probolinggo yang menampilkan kesenian Tarian Banyu, lalu Kota Malang menampilkan kesenian Topeng Kalangan, Kota Kupang menampilkan Tarian Maumere, Kota Blitar menampilkan kesenian Barongan dan Rampak, Kota Mojokerto mengangkat kesenian Kerajaan Majapahit, Kota Denpasar menampilkan kesenian Tari Kecak.
Kota Batu menampilkan kesenian Bantengan, kesenian Reog Ponorogo, Tari Sanduk, Patrol Perkusi, Drum Band. Sementara itu, pelaksana tugas (plt) Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Imam Suryono mengatakan setiap kota memiliki tema yang berbeda-beda yang telah ditentukan kota tersebut. Dengan tampilan kebudayaan yang disuguhkan kepada masyarakat agar bisa menjadi sebuah edukasi yang dapat dikembangkan dalam masyarakat di Kota Batu.
“Ya dengan adanya pawai budaya ini memberikan edukasi kepada masyarakat, bisa dapat diambil pelajaran sebab ada sesuatu yang bisa dibandingkan yang menginspirasi,” ungkap Imam.
Menurut Imam juga bisa menjadi referensi bagi penggiat seni di Kota Batu agar lebih berkembang. Tentunya menyuguhkan kesenian yang khas dan berbeda untuk menunjukkan jati diri Kota Batu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/tari-sanduk-kota-batu_20180418_200251.jpg)