Jendela Dunia

Mengenal Sindrom Asperger, Usaha 'Pelurusan Sejarah' dan Dosa Seumur Hidup Nazi

Penelitian ini memperoleh temuan terbaru sebagai usaha pelurusan sejarah tentang Sindrom Asperger di jaman Nazi. Hasilnya diluar dugaan.

Mengenal Sindrom Asperger, Usaha 'Pelurusan Sejarah' dan Dosa Seumur Hidup Nazi
grid.id

SURYAMALANG.com - Dokter spesialis anak, Hans Asperger, selama bertahun-tahun dikenal atas dedikasinya di dunia pediatri (ilmu kedokteran anak).

Dilansir dari dailymail.uk, Dr Hans Asperger merupakan seorang psikiater Austria yang pertama kali mencatat kondisi anak dengan Sindrom Asperger, suatu bentuk autisme pada tahun 1944.

Ia menuliskan catatan kasus rinci tentang pasien anak yang menderita apa yang disebutnya sebagai 'psikopati autistik' ketika bekerja di Wina di bawah kekuasaan Nazi.

Namanya sendiri diabadikan menjadi sebuah nama gejala anak penyandang kebutuhan khusus, Sindrom Asperger.

Istilah sindrom Asperger pertama kali diperkenalkan tahun 1981 oleh Dr. Lorna Wing.

Penyandang sindrom Asperger yakni mereka yang memiliki kecerdasan diatas rata-rata namun memiliki kesulitan untuk bersosialisasi dan berkomunikasi dengan orang lain.

Namun, tak banyak yang tahu bahwa Hans Asperger ternyata terlibat aktif dalam program euthanasia yang digalakkan Nazi, dilansir dari sebuah studi di Jurnal Molecural Autism.

Program euthanasia sendiri merupakan program pembunuhan massal yang ditujukan kepada orang-orang berkebutuhan khusus dan penyandang disabilitas di era Nazi.

Dilansir dari grid.id, Herwig Czech, sejarawan medis dan penulis dari Universitas Kedokteran Wina, menuliskan bahwa Hans Asperger bertanggungjawab penuh atas ratusan anak disabilitas yang dipenjara dan dijadikan kelinci percobaan di klinik milik Nazi, Am Spiegelgrund, di Wina.

Sekitar 800 anak tercatat tewas disuntik, diracuni, dan dibiarkan mati kelaparan di ruang jagal berkedok rumah sakit milik Nazi itu.

Halaman
12
Penulis: Pambayun Purbandini
Editor: Pambayun Purbandini
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved