Breaking News:

Malang Raya

Naura Athaya Sharif, Penulis Cilik Asal Kota Malang, Ingin Bukunya Best Seller

Buku antologi itu ditulis oleh tiga orang penulis yakni Fayanna Ailisha Davianny, Zahra Roidah Amalia H dan Atha sendiri.

SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Penulis cilik asal Kota Malang, Naura Athaya Sharif, membubuhkan tanda tangan di buku yang ia tulis, Kamis (26/4/2018). 

SURYAMALANG.COM, BLIMBING – Bukan hal yang mustahil menjadi seorang penulis di usia dini. Naura Athaya Sharif, bocah kelas 4 SD Purwantoro 8 Kota Malang ini telah membuktikan bahwa di usianya yang masih menginjak 10 tahun, tak ada batasan untuk berkarya.

Atha, begitu sapaan akrabnya, telah menulis sejumlah buku. Beberapa judul di antaranya adalah Squishy Idaman dan dilarang masuk rumah. Kedua judul buku itu memiliki ragam cerita tersendiri.

Terbaru, ia menulis buku hasil perjalanannya ke Korea Selatan beberapa waktu lalu. Tulisannya itu dibukukan oleh penerbit Mizan dengan judul Kecil-kecil Punya karya (KKPK) Goes to Korea.

Buku antologi itu ditulis oleh tiga orang penulis yakni Fayanna Ailisha Davianny, Zahra Roidah Amalia H dan Atha sendiri. Jalan-jalan ke Korea Selatan itu adalah hadiah dari penerbit Mizan saat penerbit buku itu mengadakan lomba menulis. Panitia menilai, tulisan Atha layak menang lomba.

Pengalamannya jalan-jalan ke Korsel dan sebagai penulis cilik pun ia bagikan ke rekan-rekan sebayanya di acara "NAMU" (Nambah Ilmu) bareng LPMP Jawa Timur kerjasama dengan Gramedia dan Mizan di ruang Arjuno, PPPPTK BOE, Jl.Teluk Mandar Arjosari, Kota Malang, Kamis (26/4/2018). Di Korea Selatan, ia berkunjung ke sejumlah tempat seperti Teddy Bear Museum, K Star Gangnam, Petite France. Atha dengan penuh semangat berbagi pengalaman bagaimana ia bisa menjadi penulis.

Dikatakannya, menulis adalah sesuatu hal yang menyenangkan. Ia mulai menggemari menulis sejak kelas 2 SD. Menurutnya, menjadi penulis memiliki banyak manfaat, apalagi saat namanya mulai tenar seperti saat ini.

“Ya kita bisa dapat uang saku sendiri dan jadi punya karya sendiri,” katanya polos, kamis (26/4/2018).

Dilanjutkan Atha, dengan menulis dirinya tidak terlalu kesulitan saat mendapatkan tugas sekolah. Pasalnya, tugas-tugas sekolah banyak menugaskan soal tulisan.

Di hadapan sekitar 50-an pelajar SD yang datang, Atha juga berbagi pengalaman bagaimana ia belajar memainkan imajinasinya. Tuntutan menulis membuat dirinya harus berkhayal untuk mengatur alur cerita tulisan yang ia buat.

Menurutnya, ide adalah hal yang penting ketika ingin menulis sebuah tulisan. Ide bisa didapatkan dari membaca maupun merenung atau berkhayal. Sejauh ini, ia kerap membaca banyak buku untuk menemukan ide-ide yang ia cari.

Halaman
123
Penulis: Benni Indo
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved