Sidoarjo

Benarkah Pria Sidoarjo Penghina Umat Islam Alami Gangguan Jiwa? Seperti ini Penjelasan Polda Jatim

Benarkah Rhendra Kurniawan (39) mengalami gangguan jiwa? Seperti inilah penjelasan Polda Jatim.

Editor: Adrianus Adhi
SURYAMALANG.com/M Romadoni
Berita Penista Agama Sidoarjo 

SURYAMALANG.com, Surabaya - Benarkah Rhendra Kurniawan (39) mengalami gangguan jiwa? Seperti inilah penjelasan Polda Jatim.

Sekadar diketahui, kabar kalau Rendra Hadikurniawan mengalami gangguan jiwa mencuat setelah muncul surat pemecatan dari Partai Demokrat.

Surat itu adalah surat yang memutuskan kalau Rhendra Kurniawan bukan lagi anggota Partai Demokrat.

Salah satu isi dalam tulisan surat tersebut berbunyi seperti ini: "... Setelah dilakukan pengecekan dan kordinasi dengan pihak keluarga, yang bersangkutan telah mengalami gangguan kejiwaan ..."

SURYAMALANG.com berusaha mengkonfirmasi isi surat itu, lalu menurut Sekretaris DPD Partai Demokrat Jatim Renville Antonio surat tersebut memang benar.

Renville bahkan menaambahkan kalau sudah menerima surat tembusan dari DPC PD Kabupaten Sidoarjo terkait permohonan pencabutan KTA Partai Demokrat yang bersangkutan.

"DPC Partai Demokrat Kabupaten Sidoarjo dan DPD Partai Demokrat Jatim telah menyerahkan kasus ini ke DPP Demokrat. Sebab, DPP yang berwenang mencabut keanggotaan kader.

Yang bersangkutan memang mengalami gangguan kejiwaan berdasarkan informasi keluarganya," kata Renville ketika dikonfirmasi pada Kamis (26/4/2018).

Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin bahkan angkat bicara soal penangkapan Rendra Hadikurniawan (39), tersangka ujaran kebencian tersebut.

Menurut Machfud Arifin saat ini penyieik Ditreskrimsus Polda Jatim masih melakukan pemeriksaan mendalam kasus ujaran kebencian terhadap agama Islam.

"Mohon waktu, masih dilakukan pemeriksaan semuanya," sebut Machfud saat ditemui usai pemusnahan miras di Mapolda Jatim, Jumat (27/4/2018).

Machfud Arifin menjelaskan kasus ujaran kebencian ini tidak boleh memeriksa satu orang saja. Saksi-saksi lainnya juga peru dimintai keterangan.

Pemeriksaan secara menyeluruh, lanjut Machfud Arifin sedang dilakukan. "Pemeriksaan aegala sudut harus dilakukan, tak boleh hanya satu orang saja," terangnya.

Proses penyidikan terhadap tersangka Rendra terus dilakukan penyieik Ditreskrimsus.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved