Jember

Pacaran Zaman Now, Polisi Kaget saat Memergoki Siswi SMP dan Siswa SMA di Tempat Sepi

Sepasang pelajar bau kencur ini, berinisial MK warga Desa Rowotengah Sumberbaru dan AE warga Desa Umbulrejo, Jumat dini hari ditangkap polisi

SURYAMALANG.COM, JEMBER - Entah apa yang ada dalam pikiran dua remaja di Jember ini.

Sambil pacaran, keduanya kepergok minum minuman keras (miras) oplosan bareng di belakang MTs Negeri Umbulsari, Jumat (27/4/2018) dini hari.

Kapolsek Umbulsari AKP Sunarto menceritakan :

"Saat anggota saya melakukan patroli di sejumlah tempat rawan tindak kriminal Jumat dini hari, mereka memergoki sepasang muda mudi sedang berduaan di tempat sepi, di belakang MTsN Umbulsari.

"Setelah didekati, ternyata mereka sambil pacaran sedang melakukan pesta miras oplosan di belakang sekolah itu," terang AKP Sunarto saat dikonfirmasi melalui WhatsApp.

Sepasang pelajar bau kencur ini, berinisial MK warga Desa Rowotengah Sumberbaru dan AE warga Desa Umbulrejo, Jumat dini hari ditangkap polisi.

Kepada petugas polisi, MK (18) mengaku adalah siswa SMA dan AE adalah siswi SMP.

Minuman keras yang diminum kedua pelajar ini adalah mencampur minuman suplemen Kuku Bima dengan Alkohol 70 persen yang biasa digunakan untuk membersihkan luka.

Minuman tersebut akrab di telinga mereka dengan sebutan "Alkuma".

Barang bukti yang berhasil diamankan di antaranya adalah, satu botol plastik kosong air mineral besar bekas oplosan alkohol 70 persen, botol plastik kosong bekas kemasan alkohol 70 persen, dan tiga sachet plastik bekas Kuku Bima rasa Anggur.

Agar tidak meresahkan masyarakat, kedua tersangka digelandang ke Polsek Umbulsari, keduanya melanggar pasal 492 KUHP tentang mabuk di muka umum.

Karena keduanya masih pelajar, polisi tidak melakukan penahanan badan, tetapi hanya dikenakan wajib lapor.

Orang tua pelaku dipanggil dan keduanya menjalani pembinaan dan rehabilitasi.

"Karena pelaku ini adalah di bawah umur dan termasuk tipiring, jadi harus wajib lapor kita panggil orang tuanya, kita terangkan ini lho anak anda kepergok, biar para orang tua lebih intens mengawasi anaknya, selanjutnya pelaku dibina dan direhabilitasi" pungkas AKP Sunarto.

Penulis: Mohammad Erwin
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved