Universitas Negeri Malang

MTQ Siswa Nasional di Universitas Negeri Malang Jaring Siswa Prestasi

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Alquran Study Club Universitas Negeri Malang (UM) menyelenggarakan MTQ Siswa Nasional ke IV.

MTQ Siswa Nasional di Universitas Negeri Malang Jaring Siswa Prestasi
sylvianita widyawati
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Alquran Study Club Universitas Negeri Malang (UM) menyelenggarakan MTQ Siswa Nasional ke IV. Penutupan acara dilaksanakan di GKB Fakultas Ilmu Pendidikan, Minggu sore (29/4/2018). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Alquran Study Club Universitas Negeri Malang (UM) menyelenggarakan MTQ Siswa Nasional ke IV.

Penutupan acara dilaksanakan di GKB Fakultas Ilmu Pendidikan, Minggu sore (29/4/2018). Pesertanya sebanyak 753 siswa dari 130 lembaga pendidikan di Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jambi, Tapanuli, Palu, Tarakan dan Bali.

"Antusiasme peserta cukup besar. Dari kegiatan seperti inilah UM bisa menjaring siswa prestasi. Karena itu saat MTQ mahasiswa, UM bisa menjadi juara umum. Sebab prestasi dimulai sejak pembibitan," jelas Dr Yusuf Husni SAg MPhil, pendamping UKM Al Quran Study Club yang juga staf ahli Rektor UM.

Kepala Pusat Pengembangan Kehidupan Beragama UM ini menyatakan tujuan lain dari lomba adalah sebagai syiar agama Islam di kampus. Juga sebagai perwujudan pertanggungjawaban UM dalam pengarusutamaan Islam yang moderat lewat kegiatan yang bermanfaat.

Ada sembilan kategori lomba antara lain tilawah, tartil, hafalan 10 juz, kaligrafi, cerdas cermat, karya tulis ilmiah Al Quran dll. "Ke depan, kami ingin mengacu ke MTQ yang mencapai 13 bidang lomba," jelas dia. Dari sembilan bidang lomba, ada peningkatan hafalan juz. Yang semula 5 juz menjadi 10 juz.

"Tapi ternyata peminatnya juga banyak. Ada 71 peserta," kata dia. Ternyata meski peserta banyak dari sekolah umum, namun yang bisa mengafalkan Al Quran juga banyak. Ia ingin di MTQ Siswa Nasional ke depan ada lomba bidang desain aplikasi Al Quran. Ia mencontohkan salah satu desain aplikasi Qurani untuk penyandang bisu tuli.

Aplikasinya dibuat oleh Ilham Nurhakim dkk. Sehingga anak disabilitas tetap bisa belajar Al Quran lewat aplikasi yang sudah diunduh di Play Store pada HP android. Sementara itu Putri Sekar, perwakilan dari SMAN 1 Sooko, Mojokerto menyatakan dengan ikut kegiatan MTQ SN bermanfaat baginya.

"Ini seperti menambung prestasi. Siapa tahu menang. Saya bisa dapat golden ticket masuk UM dari jalur prestasi," jelas Putri , siswa kelas 10 yang ikut lomba tartil. Di lomba ini ada 129 peserta. Tim sekolahnya memberangkan 15 siswa untuk ikut di enam lomba. Antara lain tartil dan cerdas cermat sebanyak dua tim. Cerdas cermat diikuti 77 peserta.

Sementara itu tim SMA Al Firqoh, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang mengirimkan 18 siswanya. Salah satu bidang lomba yang diikuti adalah karya tulis. Setiap tim yang tampil diberi waktu 25 menit. 10 menit untuk presentasi dan 15 menit tanya jawab.

"Saya senang ikut lomba ini. Bagi saya pribadi bisa menambah pengalaman dan aktualisasi. Di pondok juga ada kegiatan, namun jika kegiatan di luar lebih banyak bertemu orang," kata Aja, siswa kelas 10 yang baru pertama kali ikut lomba karya tulis. "Ini pengalaman pertama saya," ujar dia.

Farida Jaeka, anggota dewan hakim lomba karya tulis Al Quran menyatakan surprise dengan ide-ide siswa SMA. "Ada 59 karya tulos. Yang masuk final ada 25 karya," ujar mahasiswa S2 UI ini kepada suryamalang.com. Ia mencontohkan ide menarik antara lain jilbab penyetrum. Namanya Tsafirah. Jika ada yang memegang hijab itu, maka akan kesentrum.

"Tujuannya untuk melindungi muslimah," papar dia. Namun sayangnya untuk jilbab itu harus memakai jenis kain tertentu seperti satin yang mahal. Sehingga ia menyarankan agar bisa memilih kain yang lebih terjangkau. "Saya juga kagum sampai ada ide seperti itu," ujar alumnus Universitas Negeri Mataram ini.

Selain dari ide karya oke, para siswa SMA masih perlu dibenahi redaksional penulisannya. "Tapi secara keseluruhan sudah bagus kok ide-ide yang disampaikan," kata Farida.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved