60 Desainer Usung UN11TE, Muncul Tema Chilhood Nightmare Hingga Samurai

#FASHION - “Samurai identik perkasa dan kuat, namun sebenarnya bisa cantik pada balutan busana,” ujarnya.

Penulis: Sudharma Adi | Editor: yuli
surya/ahmad zaimul haq
UN11TE - Sejumlah model memeragakan busana karya desainer yang akan tampil dalam gelaran Surabaya Fashion Parde dalam jumpa pers di Tunjungan Plaza, Senin (30/4/2018). Tema yang diangkat menampilkan kebhinekaan Indonesia dengan beragam kebudayaan tetap satu dalam satu kesatuan budaya nasional. Mulai 2-6 Mei akan ditampilkan 5 tema berbeda yaitu: Ethnic, Cocktail, Moslem & modest wear, Party dan Urban & avant garde. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Kesatuan dari berbagai unsur untuk menghasilkan sesuatu unik menjadi tema utama dalam Surabaya Fashion Parade (SFP) yang digelar mulai 2-6 Mei nanti.

Tema UN11TE itu akan diikuti 60 desainer terkemuka dengan rancangan berbeda pada gelaran di TP 6 itu.

Ketua panitia SFP, Dibya Hody menjelaskan, SFP ini adalah event yang ke-11 kalinya digelar. Formasi SFP tetap sama seperti tahun-tahun sebelumnya, dimana desainer dari Surabaya dan nasional tampil memamerkan rancangan busana terbaiknya.

Hanya saja, pada SFP tahun ini, tema utama yang diangkat adalah UN11TE yang menampilkan keberagaman budaya daerah dalam bingkai kesatuan budaya nasional. “Banyak hal berbeda yang ditampilkan dalam SFP nanti,” jelasnya dalam rilis dengan wartawan, Senin (30/4/2018).

Ada 60 desainer yang tampil di ajang tahunan ini, dimana hampir seluruhnya dari Indonesia. Selain desainer Indonesia, ada satu desainer dari Thailand yang ikut SFP, bernama Voravag. Tak hanya desainer saja, event yang digelar Indonesia Fashion Chamber (IFC) dan TP ini juga menyiapkan lomba, talkshow dan fashion exhibition.

“Sedangkan fashion show, digelar selama lima hari dengan tema berbeda, mulai ethnic, coctail, moslem & modest wear, party, dan urban & avant garde,” tambahnya.

Tema- tema unik mencuat dalam fashion show SFP nanti. Seperti desainer Surabaya, Aldre Indrayani yang mengangkat tema childhood nightmare. Dia terinspirasi dengan mimpi buruk yang sering dialami waktu kecil dan rasa takut diculik.

“Saya memang phobia diculik, apalagi dengan orang yang pakai penutup muka,” katanya.

Makanya, dari 12 busana yang akan ditampilkan, ada tampilan busana dengan tambahan penutup muka. Secara umum, busana Aldre berciri modular dan oversize. Warna busana yang dipakai juga mencirikan unsur mimpi buruk, seperti hitam dan abu-abu. “Saya memakai katun, black denim dan wool pada tema ini,” urainya.

Ada juga desainer Alphiana Chandrajani yang mengangkat tema Samurai. Pada tema ini, dia terinspirasi pejuang samurai dari Jepang yang perkasa namun bisa tampil cantik untuk busananya.

“Samurai identik perkasa dan kuat, namun sebenarnya bisa cantik pada balutan busana,” ujarnya.

Menggunakan bahan sarung tenun, dia merancang desain mirip seperti pakaian ala Jepang, yakni kimono dan obi. Namun desain itu tak mutlak, tapi sudah dimodifikasi. Sedangkan warna yang ditonjolkan adalah hitam dan coklat.

“Itu warna yang menunjukkan keperkasaan dan kekuatan, tapi bisa tampil elegan dan cantik pada busana,” pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved