Jendela Dunia
Ada Udang Di Balik Batu, Ternyata Begini Alasan Korea Utara Berdamai Dengan Korea Selatan
Ternyata, ada maksud tersembunyi dibalik perdamaian Korea Utara dan Korea Selatan. Begini penjelasannya.
SURYAMALANG.com - Pertemuan tingkat tinggi antara kedua pemimpin negara Korea, yakni Presiden Korea Selatan, Moon Jae in, dengan Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, dilaksanakan dengan lancar pada Jumat (27/4/2018).
Pertemuan itu menjadi momen yang bersejarah karena membuka jalan bagi terciptanya perdamaian di Semenanjung Korea yang dilanda perang pada 1950-1953 hingga berakhir dengan gencatan senjata.
Dari pertemuan kedua negara itu, Kim Jong Un dan Moon Jae In sepakat untuk berdamai.
Bahkan Korea Utara juga bersedia menangguhkan uji coba senjata nuklir mereka.
Namun, banyak pihak yang mempertanyakan mengapa Korea Utara yang sedari dulu tertutup dan keras kepala tak mau melakukan perundingan tiba-tiba menjadi melunak.
Ditambah lagi, Korea Utara juga melakukan usaha unifikasi (penyatuan) Korea Utara dan Korea Selatan itu di bawah satu pemerintahan.
Ternyata, alasan kuat mengapa Korea Utara mau berunding tak lain adalah mengenai fasilitas uji coba nuklir mereka, Punggye-ri.
Fasilitas nuklir Punngye-ri telah rusak akibat uji coba nuklir Korea Utara yang gagal pada musim gugur lalu.
Disisi lain, citra satelit milik negara China menunjukkan adanya peningkatan suhu panas radioaktif di daerah fasilitas uji coba nuklir Punngye-ri.
Rasio ledakan tes uji coba bom nuklir Korea Utara pun sangat besar.
Ledakan itu mencapai 100 kiloton dan Korut sudah 6 kali mengujinya, hingga malah merusak fasilitas Punggye-ri.
Sebagai perbandingan, bom atom yang diledakkan di Hiroshima pada tahun 1945 hanya berkisar 15 kiloton.
Pada 3 September lalu, akibat ledakan uji coba nuklir Korea Utara, menyebabkan fasilitas Punggye-ri rusak.
Dan dikhawatirkan bencana Chernobyl akan terulang di Korea Utara.
Rusaknya fasilitas Punggye-ri menyebabkan kebocoran pengayaan uranium yang bisa berakibat radiasi mematikan dari nuklir tersebut.
Celakanya, delapan menit setelah ledakan ada gempa sebesar 6,3 skala richter menguncang daerah sekitar 6,3 skala richter menguncang daerah sekitar Punggye-ri dan ada empat kali lagi gempa susulan pada minggu-minggu berikutnya.
Dengan mengumpulkan data seismik berkualitas tinggi dan memeriksa citra satelit sebelum dan sesudah pengujian, para ilmuwan dapat menentukan di mana gempa ini terjadi dan bahwa mereka memang disebabkan oleh pengujian bom nuklir Korea Utara.
"Mengingat sejarah uji coba nuklir Korea Utara yang dilakukan di bawah gunung ini, uji coba nuklir yang sama akan menghasilkan kerusakan dalam skala lebih besar yang menciptakan bencana lingkungan berupa radiasi nuklir,” kata laporan dari tim ilmuwan.
Karena kehilangan senjata nuklir, Korea Utara mulai ketakuran karena bom nuklir yang seharusnya menjadi 'tameng' negara malah mengancam pemiliknya sendiri.
Maka dari itu, jajaran pemimpin Korea Utara mulai berpikir rasional untuk segera 'menyelamatkan' negara melalui cara perdamaian.
Ditambah lagi jika terjadi radiasi nuklir akibat rusaknya fasilitas Punggye-ri, maka dipastikan negara tertutup itu akan sulit menanggulanginya.
Dari sinilah, kurang dari seminggu kemudian Kim Jong Un mengumumkan perdamaian dengan Korea Selatan beserta Amerika Serikat, serta menangguhkan semua uji coba nuklirnya.
Namun ternyata, disisi lain, China jadi kalang kabut karena jika debu radioaktifnya gagal maka uji coba Korea Utara akan terbang ke arah mereka melalui perbatasan kedua negara.
Artikel ini telah tayang di Grid.ID dengan judul Ada Udang di Balik Batu, Terungkap Alasan Korea Utara Melunak dan Berdamai Dengan Korea Selatan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/kim-jong-un-dan-moon-jae-in_20180427_165555.jpg)