Jumat, 17 April 2026

Malang Raya

Pemotong Bambu Tenggelam di Sungai Lajing, Kecamatan Tumbang, Malang

Sukiono (50) pemotong bambu warga Desa Benjor Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang ditemukan tewas, Kamis (3/5).

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: yuli
shutterstock
Ilustrasi. 

SURYAMALANG.COM, TUMPANG - Sukiono (50), pemotong bambu warga Desa Benjor Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang ditemukan tewas, Kamis (3/5/2018).

Ini setelah korban dikabarkan tercebur ke sungai Lajing di Desa Benjor, Rabu (2/5) sore.

Kepala Seksi (Kasi) Penanggulangan Bencana Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang, Muji Utomo menjelaskan, korban ditemukan di sekitar lokasi terjebur ke sungai oleh warga. Ini setelah sejumlah warga yang ikut melakukan pencarian secara manual dengan melakukan penyelaman.

"Tubuh korban ditemukan tersangkut batu di kedalaman 2 meter sungai Lajing," kata Muji Utomo.

Tim SAR beranggotakan PMI, BPBD, Basarnas, Trantib Kecamatan Tumpang, dan jajaran Polsek Tumpang, menurut Muji Utomo, langsung melakukan evakuasi terhadap tubuh korban dari dalam sungai. Selanjutnya tubuh korban dibawa ke RSSA Malang untuk dilakukan visum.

"Untuk penyebab korban meninggal itu rekan-rekan kepolisian yang melakukan penyelidikan," ucap Muji Utomo.

Sementara Kapolsek Tumpang, AKP Yusuf Suryadi mengakatan, dugaan sementara atas kejadian tersebut disebabkan korban terpeleset terjebur ke sungai Lajing dan tenggelam. Hingga akhirnya korban ditemukan sudah meninggal dunia tenggelam.

"Kondisi tempat korban terpeleset memang bertebing di atas sungai, kemungkinan korban yang sehari-hari berkerja menebang bambu usai mencari rumput terpeleset dan terjebur ke sungai Lanjing," kata Yusuf Suryadi.

Dari pemeriksaan awal terhadap tubuh korban, dikatakan Yusuf Suryadi, tidak ada tanda-tanda adanya kekerasan fisik. Dan untuk mengetahui penyebab meninggalnya korban, tubuh korban langsung dilarikan ke IKF (Instalasi Kedokteran Forensik) RSSA (Rumah Sakit Saiful Anwar) Kota Malang untuk dilakukan otopsi sesuai prosedur jenasah yang ada.

"Namun sesampai di RSSA Malang pihak keluarga keberatan dan menolak untuk dilakukan proses autopsi dengan membuat surat pernyataan. Dan jenazah diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan," tutur Yusuf Suryadi.

Tags
Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved