Kamis, 30 April 2026

Malang Raya

Jadwal Ujian SBMPTN Dibuat Beda agar Tak Picu Kemacetan di Kota Malang

Berbekal pengalaman pelaksanakan ujian SBMPTN di Panlok 55 Malang selalu membuat macet saat awal ujian dan kepulangan, maka tahun ini dibuat beda.

Tayang:
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: yuli
sylvianita widyawati
Peserta ujian saintek meninggalkan kampus UM, Selasa (8/5/2018) 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Berbekal pengalaman pelaksanakan ujian SBMPTN di Panlok 55 Malang selalu membuat macet saat awal ujian dan kepulangan, maka tahun ini dibuat beda, Selasa (8/5/2018). Ujian saintek yang dilaksanakan di 19 lokasi jam ujiannya mulai pukul 07.30-11.45 WIB.

Sedang soshum mulai pukul 09.45 WIB-14.30 WIB. Kemudian ujian campuran mulai pukul 07.30-14.30 WIB. Dampaknya, lalin ke tempat-tempat ujian tidak terlalu macet.

"Jadi saat peserta ujian saintek sudah masuk ujian, baru peserta ujian soshum mulai datang," jelas Prof Dr Kusmartono, Ketua Panlok 55 Malang kepada suryamalang.com saat memantau memantau ujian di Universitas Negeri Malang ( UM).

Jam kepulangan peserta saintek berbeda dengan soshum dan campuran. Saintek berakhir pukul 11.45 WIB. Sedang campuran dan soshum berakhir sama pukul 14.30 WIB. Sedang lokasi ujian menyebar. Saintek selain di kawasan kampus UM juga sekolah sekitar UM dan mengarah ke selatan seperti SMAN 5 dan SMKN 4.

Sedang soshum selain di kampus UB juga mengarah ke sekolah dan kampus-kampus swasta di utara. Sedang ujian campuran selain di kampus UIN Maulana Malik Ibrahim juga sebagian di Unisma yang mengarah ke barat. Sehingga arusnya menyebar. "Kalau semua dipusatkan di tiga PTN, akan padat karena letak UB, UM dan UI berdekatan," jelasnya.

Total peserta ujian SBMPTN di Panlok 55 Malang ada 38.890. Namun bisa saja kurang itu karena saat pelaksanaan ujian ada juga yang tidak datang. "Tadi ada satu yang tidak datang," ujar pengawas ujian di ruang H5-07 di lantai 3 Fakultas Teknik UM kepada suryamalang.com. Namun data pasti berapa jumlah peserta ujian yang tidak datang belum didapatkan.

Sementara itu di UIN Maliki ditemukan satu peserta yang wajahnya sempat dicurigai beda dengan foto di ijazah. Ia ujian di gedung B. Tapi sudah diklarifikasi panitia memang orang yang sama. Hal ini karena wajah di foto ujian agak kabur.

"Sudah klir. Peserta tetap ujian karena orangnya sama," jelas Achmad Heru, Kabiro Kemahasiswaan dan Akademik UIN Maliki. Secara umum ujian SBMPTN berjalan lancar. Sementara soal pilihan prodi terbanyak di UB yang dipilih peserta SBMPTN, menurut Rektor UB, Prof Dr Ir M Bisri MS adalah Ilmu Hukum. Kemudian Pendidikan Kedokteran dan Manajemen.

"Kedokteran sudah bergeser bukan nomer 1 lagi," jelas Bisri. Sedang di UIN Maliki, pilihan peserta SBMPTN malah di Pendidikan Kedokteran, Manajemen dan Psikologi. Sedang di UM, pemilih terbanyak di Manajemen, Psikologi dan PGSD.

"Setiap tahun selalu ada pergeseran minat prodi," jelas Prof Dr Roffiudin MPd, Rektor UM. Sebelumnya, PGSD banyak yang dipilih. Sementara perlakuan panitia ke peserta difabel SBMPTN juga senyaman mungkin. "Sebab mereka juga memiliki hak yang sama dengan yang lainnya," kata Kusmartono.

Peserta tunanetra yang ujian di UB diberi tempat sendiri di lantai 1 FK UB didampingi pendamping untuk membacakan soalnya. Sedang yang tuna rungu bergabung dengan peserta lainnya seperti di SMAN 8. Begitu juga yang ujian di UIN Maliki.

Dari 13 peserta difabel, ternyata setelah diverifikasi ada dua orang yang tidak tuna netra. Mereka ujian di UIN Maliki. Hal ini terjadi karena kesalahan pengisian. "Saat diklarifikasi ternyata matanya normal. Sehingga ya ujian bersama lainnya," tambah Dr Zainudin, Wakil Rektor 1 UIN Maliki.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved