Jumat, 10 April 2026

Surabaya

Polisi Panggil 7 Siswa SMPN 54 Surabaya, Terlibat Kecurangan UNBK?

GURU CURANG. Polisi menahan Kepala SMPN 54 Surabaya, Keny Erviati. Ia juga pemilik lembaga bimbingan belajar. Mengapa siswanya juga diperiksa?

Penulis: fatkhulalami | Editor: yuli
pipit maulidiya
Kepala Dinas Pendidikan Pemkot Surabaya M Iksan memberikan keterangan bersama Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan, di ruang kerja Wali Kota, Kamis (26/4/2017). 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA – Setelah menahan Kepala SMPN 54 Surabaya, Keny Erviati, terkait kasus kecurangan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), penyidik Unit Tindak Pidana Ekonomi (Tipidek) Satreskrim Polrstabes Surabaya akan memangil tujuh siswa.

Penyidik rencananya meminta keterangan mereka terkait pengakuan Keny.

Sebelumnya, Keny menyebut tujuh siswa dari anak Komite Sekolah yang dibantu mengerjakan soal yang dibobol melalui server komputer SMPN 54.  

“Kami terus mengembangkan kasus ini, rencananya memanggil tujuh siswa untuk dimintai keterangan,” kata AKP Dimas Ferry Anuraga, Kanit Tindak Pidana Ekonomi (Tipidek) Satreskrim polrestabes Surabaya, Kamis (10/5/2018).

Dimas Ferry menuturkan, ketujuh siswa nanti didampingi orangtuanya masing-masing saat dimintai keterangan penyidik.

Surat panggilan sudah dilayangkan dan nanti akan dimintai keterangan dalam waktu yang berbeda.

“Besok (Jumat, 11/5/2018) sudah mulai ada yang dipanggil,” jelas Dimas.  

Penyidik meminta keterangan para siswa, lanjut Dimas, lantaran penyidik ingin mengetahui apakah siswa tahu terkait rencana yang dilakukan tersangka Keny. Demikian juga para orangtua siswa.

 “Nanti penyidik akan cross check soal keterangan dari tersangka Keny, karena tersangka menyebut tujuh siswa,” cetus Dimas.

Seperti diketahui, tersangka Keny saat dimintai keterangan mengaku melakukan pembobolan soal UNKB melalui server komputar dengan menyuruh dua karyawan SMPN 54, yakni IM dan TG.

Kedua orang yang sudah ditetapkan tersangka ini merupakan teknisi komputer dan staf administrasi.

Perbuatan curang itu dilakukan lantaran tersangka Keny ingin membantu ketujuh anak Komite Sekolah. Keny merasa para Komite Sekolah sudah banyak membantu sekolah.

Penyidik juga masih mencari orang-orang yang yerlibat dalam kasus ini, yakni para karyawan lembaga bimbingan pelajar (LBB) Excellent Study Club (ESC).

LBB yang merupakan milik tersangka Keny inilah yang mengerjakan soal-soal UNBK yang dibobol oleh IM.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved