Malang Raya
Di Depan Puan Maharani, Para Penerima Bantuan Teriak Nilainya Kurang
"Ibu-ibu penerima BPNT apakah Rp 110 ribu itu cukup?" tanya Puan Maharani.
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: yuli
SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Para penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) kompak berteriak 'kurang' ketika Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani bertanya tentang kecukupan nilai BPNT kepada mereka. Pertanyaan ini dilontarkan oleh Puan dalam silaturahmi dengan penerima BPNT, Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Indonesia Pintar (KIP), Tunjangan Profesi Guru (TPG), dan bantuan pendidikan di lapangan Kelurahan Merjosari Kecamatan Lowokwaru Kota Malang, Sabtu (12/5/2018).
Nilai BPNT per bulan per keluarga sebesar Rp 110.000. Bantuan ini kemudian dirupakan beras dan telur. Beras dan telur itu dibeli dari agen-agen BPNT. Penerima BPNT hanya mengantongi kartu dan buku perbankan. Kartu BPNT itulah yang kemudian dibawa ke agen untuk dicairkan menjadi beras dan telur.
"Ibu-ibu penerima BPNT apakah Rp 110 ribu itu cukup?," tanya Puan.
Para penerima BPNT yang hadir di tempat itu sontak menjawab 'kurang' dalam koor yang panjang. Mendengar itu, Puan tersenyum.
Ia kemudian meminta masyarakat mensyukuri besar bantuan itu. "Saat ini segitu dulu, bersyukur dan dicukupkan yang ada itu dulu. Dan jangan lupa kartu serta buku bank-nya jangan sampai hilang ya," imbuh Puan.
Berdasarkan data, jumlah penerima BPNT di Kota Malang mencapai 15.869 penerima manfaat. Mereka tersebar di lima kecamatan di Kota Malang.
Kepada salah satu penerima, Puan bertanya apakah bantuan itu membantu mereka. "Bantuan ini membantu kami, jadi tidak perlu beras. Berasnya juga bagus, tidak kutu-an juga bisa nyeplok telur," ujar Suparti, salah satu penerima manfaat BPNT.
Selain bertemu dengan penerima BPNT, Puan juga memberikan bantuan secara simbolis kepada penerima KIP, PKH, dan TPG, dan bantuan pendidikan. Jumlah penerima KIP di Kota Malang sebanyak 30.376 siswa, dan PKH 10.444 penerima manfaat.
Kepada para penerima itu, Puan berharap semua bantuan dimanfaatkan secara baik dan sesuai dengan kebutuhan dan peruntukannya.
"Ini sebagai bentuk kehadiran negara dan pemerintah kepada rakyat," tegas Puan.
Saat di acara itu, Puan juga mendapatkan keluhan tentang belum cairnya TPG untuk sejumlah guru. Guru mata pelajaran Bahasa Daerah di Kota Malang memang belum mendapatkan TPG triwulan 1 2018.
"Kalau lainnya kebanyakan sudah cair semua. Sepengetahuan kami yang belum dapat itu guru Bahasa Daerah," ujar Lestari, seorang guru SMPN 13 Kota Malang.
Sebagian besar guru yang hadir di acara silaturahmi bersama Puan itu telah mendapatkan TPG, meskipun ada beberapa orang yang duduk di barisan depan di bawah tenda menggeleng tanda belum mendapatkan TPG.
Terkait hal itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menegaskan dana TPG sudah ditransfer ke masing-masing Pemda.
"TPG itu memakai Dana Alokasi KHusus dan itu sudah ditransfer ke Pemprov dan Pemkab maupun Pemkot. Jika mungkin ada yang belum cair itu mungkin perlu ada kesesuaian saja. Jadi hanya perlu ditunggu saja. Sedangkan bagi yang sudah dapat harus bersyukur," tegas Muhadjir
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/puan-maharani-malang-kip-bantuan_20180512_155241.jpg)