Teror Bom di Gereja Surabaya

Fakta Baru Para Pelaku Bom Surabaya dan Sidoarjo yang Terungkap

Dita dan Anton yang diketahui sebagai pimpinan JAD Surabaya adalah warga Surabaya yang memiliki catatan pendidikan yang mentereng.

Fakta Baru Para Pelaku Bom Surabaya dan Sidoarjo yang Terungkap
IST
Keluarga teroris yang meledakkan tiga gereja di Surabaya, Minggu (13/5/2018). Dita (dua dari kanan) pernah menempuh pendidikan di sekolah favorit di Surabaya 

Untuk diketahui, untuk bisa menempuh pendidikan di sekolah negeri di Surabaya diperlukan perjuangan karena harus bersaing dalam perolehan nilai Unas.

Jika benar Anton kuliah di ITS itu juga catatan tersendiri yang bisa menggambarkan jika dia memang orang yang pintar.

Bukan hanya Anton, Dita yang ditetapkan sebagai pelaku bom bunuh diri di tiga gereja Surabaya bersama keluarganya juga memiliki catatan pendidikan yang menunjukkan dia orang pintar.

Seorang netter dengan akun Facebook, Ahmad Faiz Zainuddin, mengaku sebagai adik kelas Dita semasa sekolah SMA.

Dita disebut pernah bersekolah di SMAN 5 Surabaya.

SMAN 5 Surabaya merupakan sekolah negeri favorit, di mana hanya siswa-siswa yang memiliki pendidikan yang tinggi yang bisa lolos bersekolah di sana

Dita juga disebut pernah kuliah di Unair, tapi rektor Unair menegaskan pelaku teror bom itu bukan Alumni Unair.

Rektor Unair, Prof Moh Nasih mengungkapkan Dita sempat menjadi mahasiswa di Diploma 3 Program Studi Manajemen Pemasaran Fakultas Ekonomi UNAIR dengan NIM 049114141P.

"Jadi bukan seperti informasi simpang siur katanya dia kuliah di D3 Akuntansi,"ujarnya ketika dikonfirmasi, Senin (14/5/2018).

Ia menambahkan Dita juga tidak lulus alias Drop Out dari program tersebut dan hanya menempuh 47 sks dengan IPK 1,47.

Halaman
123
Penulis: sulvi sofiana
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved