Breaking News:

Teroris Serang Jawa Timur

Mantan Napi Bom Bali: Bunuh Diri Sekeluarga itu Tiru Strategi dari Luar Negeri

"Di Indonesia memang baru pertama kali ini. Kalau di Suriah dan Irak sudah biasa," ungkap Ali Fauzi yang kini bermukim di #Lamongan.

SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
ARSIP - Mantan pelaku terorisme, Ali Fauzi, dalam Seminar dan Bedah Buku Jangan Putus Asa, Ibroh Dari Kehidupan Teroris dan Korbannya karya Hasibullah Sastrawi di Gedung FISIP, Universitas Brawijaya Malang, Kamis (1/3/2018). 

SURYAMALANG.COM, LAMONGAN - Gerakan para teroris yang mengacak-acak Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur, sejak dua hari patut diurai. 

Mengapa kedua daerah itu jadi sasaran?

Ali Fauzi, mantan narapidana bom Bali 1 tahun 2002, mengatakan, modus pengeboman melibatkan keluarga ini merupakan yang pertama di Indonesia.

Baca: Mbah Mijan Pernah Cuitkan ini di Akun Twitternya sebelum Teror Bom Ledakkan Surabaya, Terbukti?

Namun, praktek semacam itu sudah biasa dilakukan oleh para teroris di luar negeri seperti Suriah dan Irak.

"Di Indonesia memang baru pertama kali ini. Kalau di Suriah dan Irak sudah biasa," ungkap Ali Fauzi yang kini bermukim di Desa Tenggulun, Kecamatan Solokuro, Lamongan itu kepada SURYAMALANG.COM. 

Menurut dia, pola ini memang mengadopsi praktek-praktek di luar negeri.

Mereka mengajak anggota keluarga untuk melakukan teror dan bahkan siap mati karena ingin semua anggota keluarganya masuk surga, berdasarkan keyakinan mereka.

Baca: Terungkap Alasan Wanita dan Anak-anak Turut Jadi Pelaku Bom, Ada Pesan Terselubung

Terkait sasaran di Surabaya, menurutnya, karena Surabaya atau Jawa Timur selama ini sebagai reproduksi "calon pengantin" dan juga reproduksi bom.

Dipilihnya Jawa Timur juga terkait terbatasnya pendanaan, mereka tidak perlu mengambil orang-orang dari luar daerah.

Namun sebetulnya, Ali Fauzi juga termasuk perintis urusan teror bersama saudaranya. Dua kakaknya, Muklas dan Amrozi, sudah dibedil mati karena terbukti membunuh ratusan orang dalam teror bom Bali 1 tahun 2002.

Halaman
12
Penulis: Hanif Manshuri
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved