Teroris Serang Jawa Timur

Pengakuan Eks Teroris, Alasan di Balik Teror Bom 3 Gereja di Surabaya Ternyata dari Video ini

Menurut keterangan eks teroris, pelaku tersulut amarahnya karena beredarnya sebuah video di instagram.

TribunJatim.com

SURYAMALANG.com - Masyarakat Surabaya sedang berduka.

Pasalnya pada hari Minggu (13/5/2018), telah terjadi teror bom yang meledak di 3 gereja di Surabaya.

Insiden bom meledak ini menjadi perhatian banyak kalangan.

(Baca: Mbah Mijan Pernah Cuitkan ini di Akun Twitternya sebelum Teror Bom Ledakkan Surabaya, Terbukti?)

Bahkan ada yang meyakini teror bom ini sebagai aksi balas dendam terkait dengan peristiwa di Mako Brimob Jakarta.

Baca: Teroris Kualat, Rencana Diledakkan di Surabaya, Tapi Bom Keburu Meledak di Sidoarjo

Baca: Surabaya Berduka, 1000 Lilin dari Bonek hingga Mahasiswa untuk Korban Bom Gereja Surabaya

Baca: Ramai Teror Bom, Banyak Beredar Hoaks dan Ujaran Kebencian? Laporkan Ke Sini!

Banyak yang menduga-duga bahwa peristiwa bom gereja di Surabaya ini linier dengan peristiwa antara napiter dengan polisi di Mako Brimob pada Rabu kemarin.

Lantas, seperti apa analisa Ali Fauzi, mantan pentolan Jamaah Islamiyah (JI) yang juga merupakan adik kandung sang Trio Bomber Bali?

Seperti ini pengakuannya.

Dilansir dari TribunJatim.com, Manzi, panggilan lapangan Ali Fauzi ketika di medan tempur, mengungkapkan bahwa insiden bom meledak di tiga gereja di Surabaya adalah bagian dari balas dendam terkait dengan peristiwa di Mako Brimob.

Beredarnya rekaman video di instagram, yang menunjukkan bagaimana seorang anggota polisi menyuapi makanan ketika kedua tangan para napiter diborgol dalam bus perjalanan menuju Nusakambangan.

Menurutnya, hal itu menjadi penyulut kemarahan mereka yang sejalan dengan para napiter.

"Jadi kelompok ini sangat terprovokasi dengan video yang beredar luas itu," ungkap Ali Fauzi.

Lalu, kelompok teroris mana yang beraksi di Surabaya yang meledakkan bom di tiga gereja?

Ali Fauzi memantapkan keyakinannya bahwa pelakunya adalah kelompok yang bergerak dalam medio 4 sampai 5 tahun yang lalu.

"Kelompok ini beraviliasi dengan ISIS," tandasnya.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved