Breaking News:

Teroris Serang Jawa Timur

Rentetan Panjang Aksi Teroris di Surabaya dan Sidoarjo, Mulai ISIS, Mako Brimob sampai Dendam

Rentetan aksi teroris di Jatim masih ada kaitan dengan gerakan radikal internasional. Ini pernyataan lengkap dari polisi.

Kompas.com
Suasana setelah ledakan bom di Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Jaya Utara, Surabaya, Minggu (13/5/2018). 

Bocah itu sempat tampak kebingungan begitu tahu banyak mayat berserakan.

Petugas polisi yang ada di depan langsung mengamankan bocah itu dari lokasi.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian memastikan bocah itu sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya.

Sedangkan empat pelaku bom bunuh diri tewas.

“Kelompok ini sama dengan Dita. Mereka menguasai sel ini karena pimpinan mereka ditangkap,” terang Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian.

( Baca juga : Tajir Melintir, Inilah Pabrik Uang Milik Keluarga Teroris yang Ngebom 3 Gereja di Surabaya )

Ledakan ini juga melukai empat anggota polisi dan enam masyarakat sipil.

Berikut identitasnya:

Dari Polri:

1. Bripda M Taufan
2. Bripda Rendra
3. Aipda Umar
4. Briptu Dimas Indra

Warga sipil (pengunjung):

1. Atik Budi Setya Rahayu
2. Raden Adi Ramadan
3. Ari Hartono
4. Ratih Astri Rahmah
5. Eli Ramida
6. Ainur Rofik

Fakta Penting Motif Aksi Peledakan Bom

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengungkapkan sederet aksi teror di Surabaya dilakukan oleh Jamaah Ansarud Daulah (JAD) Cabang Surabaya.

( Baca juga : Rekam Jejak Puji Kuswati, Pengebom Gereja Surabaya )

Motif serangan ini karena ada instruksi dari ISIS Sentral yang keberadaannya saat ini terdesak dan memerintahkan sel (cabang kelompok) dunianya untuk bergerak.

Para pelaku juga marah setelah Ketua JAD Indonesia, Maman Abdurrahman ditangkap beberapa waktu lalu.

Maman ditangkap karena kasus perencanaan dan pendanaan organisasi paramiliter bersenjata di Aceh.

Sebenarnya Maman sudah keluar penjara pada Agustus 2017.

Namun dia ditangkap lagi terkait perencanaan, pendanaan bom Thamrin 2016.

Setelah ditangkap, pucuk pimpinan JAD diserahkan ke Jainal Ansari.

Namun Jainal ditangkap Mabes Polri belum lama ini.

( Baca juga : Beredar Video Serangan Bom ke Polrestabes Surabaya, Ngeri! )

Hal ini membuat kelompoknya memanas hingga nekat melakukan pembalasan.

“Kerusuhan di Mako Brimob tidak hanya karena makanan tidak boleh masuk dan keluarga.”

“Tetapi juga karena kejadian internasional serta upaya untuk melakukan pembalasan pasca penangkapan pimpinan mereka,” tegasnya.

Tito memastikan serangan ini tidak ada kaitannya dengan masalah keagamaan, namun pemikiran yang menyalahgunakan ajaran.

Artikel ini telah tayang di Tribunjatim.com dengan judul Demi Dendam, 3 Keluarga Nekat Ledakkan Bom Bunuh Diri di Surabaya-Sidoarjo, Fakta Penting Terungkap.

Editor: Zainuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved