3 Hari Ledakan Bom berlalu, inilah yang terjadi di Gereja Santa Maria Tak Bercela Surabaya

3 Hari Ledakan Bom berlalu, inilah yang terjadi di Gereja Santa Maria Tak Bercela Surabaya

Penulis: Adrianus Adhi | Editor: Adrianus Adhi
SURYAMALANG.COM/Khairul Amin
Petugas sedang olah TKP di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya, Surabaya, Minggu (13/5/2018). 

SURYAMALANG.com, Surabaya - Peristiwa bom bunuh diri di Surabaya pertama kali mencuat saat ledakan bom bunuh diri di Gereja Santa Maria Tak Bercela, Minggu (14/5/2018).

Peristiwa itu terjadi sekitar jam 6.30 WIB. Beberapa saat setelah misa pertama gereja yang terletak di Jalan Ngagel Madya berlangsung.

Kala itu Yusuf Fadil (18) dan adiknya FH menaiki sepeda motor lalu melaju ke lokasi parkiran sepeda motor gereja itu.

Beberapa saat mereka masuk, ledakan itu terjadi. 

Aloysius Bayu, salah satu umat gereja yang menghalangi kendaraan itu masuk menjadi korban dari peristiwa ini.

Tercatat, ada 6 orang tewas setelah ledakan ini terjadi.

Baca: Densus 88 Tembak Mati Teguh di Surabaya, Istrinya Berubah Sikap Setahun Terakhir

Baca: Terduga Teroris juga Perokok, Petang Tadi Ditembak Mati Densus 88

Baca: Mencuri, Dua Pemuda di Wajak Kabupaten Malang Diciduk Polisi

Baca: Rekam Jejak di Media Sosial Jadi Pertimbangan Buat Pelamar Kerja

Dua pelaku bom bunuh diri juga tewas. Suasana disekitar gereja menjadi kacau seketika itu.

Pengurus Badan Gereja Katolik Paroki (BGKP) Keuskupan Surabaya, Laurensius menuturkan, setelah kejadian pengeboman pada Minggu (13/5) pagi, kerusakan yang paling parah adalah pada pos penjaga dan kaca-kaca gedung yang retak dan pecah.

Usai evakuasi jasad dan pembersihan potongan tubuh korban dan pelaku, perbaikan bagian gedung dilakukan sejak Minggu (13/5) malam.

"Sejak Minggu malam sudah pembersihan," paparnya di lokasi, Selasa (15/5/2018).

Baca: Ngeri, Cetak Anak-Anak Jadi Teroris dengan Cara Ini, Kasihan Masa Kecilnya Direnggut Paksa

Baca: BREAKING NEWS - Baku Tembak Polisi dan Teroris di Manukan Surabaya, Satu Orang Tewas

Baca: Ada 3 Penggerebekan Terduga Teroris di Malang, Polda Jatim Sebut Hanya 2 Orang Ditangkap, Ternyata

Baca: Lucinta Luna ke Madiun, Katanya Tiru Ayu Ting-Ting dalam Hadapi Haters

Beberapa kaca retak yang ada di gedung depan itu juga ikut dihancurkan supaya tak membahayakan umat yang masuk ke dalam gereja.

Begitu juga pos jaga yang hancur karena bom dan menyisakan pondasi, juga mulai dibenahi.

Proses perbaikan bagian gedung ini berjalan hingga hari ini.

"Kalau gedung gereja, tak ada kerusakan berarti. Kami berharap Rabu (16/5) perbaikan bisa tuntas, sehingga pada Sabtu dan Minggu nanti bisa dipakai misa," tuturnya.

Mengenai trauma umat pasca pengeboman, dia mengakui bahwa rasa itu pasti ada. Kesedihan juga masih menggelayuti umat Katolik di SMTB.

Namun peristiwa ini tak akan menyurutkan niat umat untuk datang ke gereja dan beribadah di sana.

Tidak hanya itu saja, 3 hari setelah peristiwa ini terjadi sesuatu yang mengejutkan terjadi.

Ya, itu karena sekelompok lintas agama mendatangi gereja ini lalu berdoa di dalam gereja tersebut.

Peristiwa ini terjadi pada Selasa malam. Berikut fotonya:

Suasana dalam Gereja Santa Maria Tak Bercela, Selasa (15/5/2018)
Suasana dalam Gereja Santa Maria Tak Bercela, Selasa (15/5/2018) (ist)
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved