Breaking News:

Bom Meledak Di Surabaya, Omset Bisnis Kuliner Menurun Tajam

Selain Berdampak Pada Kewaspadaan Masyarakat, Ledakan Bom Ternyata Juga Berdampak Pada Perekonomian

Bom meledak di Surabaya, omset bisnis kuliner menurun 

SURYAMALANG.com, SurabayaSenin (14/5/2018) pagi, 3 bom meledak di 3 gereja berbeda di Surabaya, disusul pada malam harinya 1 bom meledak di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo.

Lalu keesokan harinya, Selasa (15/5/2018) pagi, bom kembali meledak dan kali ini sasarannya adalah Mapolrestabes Surabaya.

Aksi pengeboman yang dilakukan oleh para teroris di Surabaya ini ternyata berdampak pada banyak hal.

Selain pada tingkat kewaspadaan masyarakat kota, ternyata hal ini juga berdampak pada perputaran ekonomi yang menjadi macet. Salah satu yang terdampak adalah bisnis kuliner di pusat perbelanjaan di Surabaya.

Bagaimana tidak, setelah bom meledak, banyak pesan berantai yang berisikan untuk menghindari pusat-pusat perbelanjaan sementara waktu karena sedang diincar oleh teroris, walaupun pesan tersebut adalah hoax.

Tentu saja, hal itu membuat pusat perbelanjaan di Surabaya yang berujung pada kerugian pengelola kafe. Karena efek dari kejadian ini adalah menurunnya jumlah pembeli hingga 70% dari hari biasa.

"Aduh gara-gara bom, penjualan di kafeku menurun hingga 70%. Dari hari Minggu sampai Selasa ini. Bikin pusing. Aku jadi ga bisa jualan," ungkap Arif, Supervisi The Light Cup Cafe kepada Tribunnews, Selasa (15/5/2018).

Hal tersebut juga dirasakan oleh Imam, Supervisi Tiga Tuan, yang mengaku pada hari Senin tidak ada satu pembeli pun yang mampir di kafenya. Surabaya Town Square yang biasanya ramai sekarang menjadi sepi.

"Mulai Minggu sepi, tapi puncaknya itu Senin kemarin. Gak bisa jualan sama sekali, mall ini terasa seperti kota mati. Bikin was was saja teroris ini," ujar Imam.

Penulis: Fakhri Hadi Pridianto
Editor: Fakhri Hadi Pridianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved