Selasa, 5 Mei 2026

Mojokerto

Detik-detik Densus 88 Menangkap Dua Orang Terduga Teroris di Mojokerto, Suasana Mencekam

Suasana di kampungnya mendadak mencekam saat dia melihat polisi memakai penutup wajah dan berseragam lengkap senjata laras panjang

Tayang:
Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Mohammad Romadoni
Kondisi rumah terduga teroris di Mojokerto usai penggerebekan Kamis (17/5/2018 sore ini 

SURYAMALANG.COM, MOJOKERTO -Anggota Densus 88 melakukan penyergapan di Mojokerto Kamis (17/5/2018) sore ini.

Polisi menggerebek rumah Sutris (50) dan Lutvi (26) terduga pengikut JAT di Desa Betro Barat, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto

Keduanya masih berstatus satu keluarga ayah dan anak.

Kini keduanya telah diamankan oleh Densus 88.

Kapolres Mojokerto Kota AKBP Sigit Dany Setiyono membenarkan jika ada dua warga yang berstatus satu keluarga yang diamankan.

Untuk terduga berinisial S sebagai ayah dan anaknya inisial L.

"Untuk istri (S) dan istri (L) kami hanya sebatas kami mintai informasi keterangan di Polsek Kemlagi," ujarnya.

Sigit mengatakan menanggapi penangkapan ini pihaknya turut melakukan penggeledahan di perumahan milik keduanya.

Namun pihaknya tidak menemukan benda-benda yang mencurigakan.

"Kami juga menemukan buku-buku tentang aktivitas jihad," ungkapnya.

Pantauan di lapangan polisi telah memasang garis police line di depan rumah Sutris.

Meski bersamaan dengan berbuka puasa warga sekitar hingga kini masih terlihat memadati lokasi penggerebekan.

Juwita (38) warga setempat menceritakan detik-detik pasukan Detasemen Khusus 88 ketika menggerebek rumah tetangganya Sutris (50), di Desa Betro Barat, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, Kamis sore (17/5/2018).

Saat itu, dia sedang menonton televisi di dalam kediamannya.

Tiba-tiba terdengar suara ramai.

Juwita memastikan suara gaduh yang berada persis di samping kediamannya.

Dia memberanikan diri keluar dari rumahnya.

Suasana di kampungnya mendadak mencekam saat dia melihat polisi memakai penutup wajah dan berseragam lengkap senjata laras panjang berkerumun di depan rumah tetangganya.

Pasukan Densus 88 itu menangkap dua tetangganya.

"Saya mendengar suara ribut-ribut seperti orang bertengkar," ungkapnya.

Sontak, ia sempat panik menyaksikan penggerebekan oleh Densus 88 itu.

Namun ketika itu polisi memintanya dan warga sekitarnya untuk tetap berada di dalam rumah.

"Saya diminta masuk ke dalam rumah tidak boleh keluar. Ada banyak polisi tinggi-tinggi," ujarnya.

Karena itulah, dia tidak mengetahui secara pasti penangkapan dua tetangganya.

"Saya tidak tahu tadi disuruh tetap di dalam rumah," jelasnya.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved