Breaking News:

Media Sosial

Kisah Viral : 12 Tahun Berlalu, Sekarang Indonesia Sedang Darurat Teroris

Cara perekrutan teroris cukup sederhana. Wanita ini mengungkap cara sederhana perekrutan seseorang ke paham radikal.

Editor: Zainuddin
TribunStyle
Kumpulan Bom Bunuh Diri 

Keesokan hari, Anna datang menjemput dan mengajak ke kos Tari.

( Baca juga : Warga Kampung di Magetan Bersedia Menerima Jenazah Puji Kuswati Sekeluarga )

Di kos tersebut, kos ditutup rapat-rapat.

Tari kemudian mengeluarkan papan tulis putih berukuran sedang.

Diawali doa, Tari mulai mengajarkan ideologi, namun tak ada Al Quran.

“Disitu dia menceritakan bahwa Tari menggambarkan mobil ketika driver salah mengendarai, masuk ke jurang, matilah semua penumpang di dalam mobil. Begitulah jika negara pemimpinnya salah, intinya adalah negara ini salah dan kita semua berdosa jika dipimpin dengan pemimpin yang salah,” tulis Yunita melanjutkan.

“Kemudian menggambarkan apel busuk ketika ada di dalam kulkas bersama apel-apel yang baik, maka apel yang baik akan tertular busuk. Itulah kita jika masih berteman dengan orang kafir dan tidak sepemahaman dengan kita.”

“Dari gambaran2 itu, kira-kira paham kan ya maksudnya. Banyak lah ideologi2 yang dia sampaikan. Dan dia menyebut kita harus membangun Negara Islam Indonesia untuk negara yang diridhoi Allah.”

( Baca juga : Tajir Melintir, Inilah Pabrik Uang Milik Keluarga Teroris yang Ngebom 3 Gereja di Surabaya )

“Semakin curiga hati ini ketika dia bilang: ‘Untuk membangun misi ini diperlukan dana, karena kita membangun sebuah negara baru untuk Allah, dan diperlukan pengorbanan dan ketetapan hati, jadi kamu akan dibay'at di Cimahi (saya kurang inget tepatnya dimana) dengan membawa uang 400rb, jangan bertanya bukankah amal itu seikhlasnya? Tidak.. karena dengan perngorbananmu maka Allah akan tau sampai mana pengorbananmu untuk-Nya. Bahkan ketika kamu berbohong minta uang ke orang tua atau menjual handphonemu adalah sebuah pengorbanan untuk Allah. Adapun baju yang harus dikenakan adalah kemeja, hijab, celana bahan.”

Yunita merasa dicuci otaknya dan otaknya hanya mengikuti perkataan dari mereka hingga tak berani berbicara pada teman-temannya.

Lalu dia mencari pendapat lain, dan bertermu dua mahasiswa lain yang dianggap sebagai penyelamatnya.

Kisah akhir Yunita ditutup dengan kalimat, “12 tahun sudah berlalu, sekarang Indonesia sedang darurat teroris, dan saya percaya ini bukan cuma sekedar isu.. Sekarang Tari-Tari lain banyak kita temui di sosmed.. jangan biarkan mereka semakin berkembang.
Demi NKRI. Demi Agamaku.”

Berikut ini adalah cerita lengkap dari Yunita:

Artikel ini telah tayang di Tribunstyle.com dengan judul Viral Kisah Wanita yang Berhasil Lolos dari Jeratan Aliran Sesat, 'Saya Hampir Jadi Teroris'

Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved