Breaking News:

Teroris Serang Jawa Timur

Rentetan Teror di Jawa Timur Bukan Aksi Spontan Akibat Tragedi di Mako Brimob

Masih kata Soubar, Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) memiliki kesamaan karakteristik terkait radikalisme.

SURYAMALANG.COM/HAYU YUDHA PRABOWO
PENGGELEDAHAN - Polisi berjaga-jaga saat berlangsung penggeledahan rumah terduga teroris Hari Sudarwanto yang tewas dalam penggerebekan di Sidoarjo di Perumahan Bumi Singosari Raya, Desa Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Kamis (17/5/2018). SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO 

SURYAMALANG.COM, MOJOKERTO - Rentetan aksi teror di Surabaya dan Sidoarjo memicu Detasemen Khusus (Densus) 88 Polri bertindak tegas terhadap seluruh terduga teroris di Jawa Timur.

Teranyar, anggota Densus 88 menangkap dua terduga teroris berinisial S (50) berserta anak kandungnya L (26) di kediamannya Dusun Betro Barat, Desa Betro, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, Kamis (18/5/2018) sore.

Ketua FKPT (Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme) Provinsi Jawa Timur, Dr Soubar Isman, menyebutkan, rangkaian aksi teror bukan spontan tetapi memang ada perencanaan.

"Kalau ini spontan tidak mungkin karena ada yang mengatakan dikaitkan dengan kejadian di tahanan Mako Brimob," ujarnya.

"Ada yang menganggap kasus ini berkaitan, tetapi tidak mungkin orang bisa merakit bom selama tiga hari langsung bisa diledakkan. Jadi ini sebelumnya sudah direncanakan," imbuhnya.

Soubar memaparkan, aksi teror merupakan balas dendam lantaran banyak teroris dan pimpinan-pimpinan mereka yang ditangkap dan ditahan di Mako Brimob.

"Ini juga kemarahan mereka yang beranggapan kenapa pimpinannya ditangkap. Termasuk Oman Rachman alias Aman Abdurrahman yang merupakan tokoh dan oleh mereka dianggap sebagai pimpinan teratas (Jamaah Ansharut Daulah)," bebernya.

Masih kata Soubar, Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) memiliki kesamaan karakteristik terkait radikalisme.

"Sebetulnya, JAD dan JAT itu pahamnya sama," jelasnya.

"Yang di Surabaya ini pelakunya adalah kelompok JAD," pungkasnya.

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved