Breaking News:

Jendela Dunia

Kisah Bocah Indonesia yang Gabung ISIS dan Tewas di Suriah, Mampu Bongkar Senapan dalam 32 Detik

Saat usianya 11 tahun, bocah Indonesia ini ingin gabung ISIS. Dia meninggal saat berusia 13 tahun.

kolase
Hatf Saiful Rasul (kiri), dan logo ISIS. 

Amin mengatakan kepada Reuters pada bulan Juli bahwa Kemenag sedang mengupayakan kebijakan baru untuk membakukan kurikulum di pesantren dan mengambil alih persetujuan mereka.

Belum ada kebijakan yang diumumkan.

Anam, ayah Hatf Saiful Rasul mengatakan kepada Reuters dalam tulisan tangan untuk menanggapi pertanyaan selama persidangan di Jakarta pada bulan Juli bahwa dia bangga dengan anaknya.

Foto yang dilihat Reuters, yang menurut Anam diambil di Suriah dan diposkan di media sosial oleh Hatf Saiful Rasul, menunjukkan anak laki-laki tersebut sedang makan dengan pria yang lebih tua.

Foto lain memperlihatkan bocah berwajah segar itu memegang senapan AK-47.

( Baca juga : Memilukan, Begini Nasib Budak Seks Tentara ISIS yang Diperkosa secara Brutal 7 Pria setelah Selamat )

“Hatf Saiful Rasul bisa membongkar senapan dalam 32 detik,” tulis Anam.

Dia juga mengeluarkan ‘pistol 9mm, 2 granat tangan, pisau komando dan kompas’.

Anam juga dikabari bahwa Hatf Saiful Rasul selamat dari satu serangan udara, terpental ke udara akibat ledakan tersebut.

Bocah itu hanya mengalami telinga berdarah dan gangguan pendengaran.

Pada tanggal 1 September 2016, dua bulan setelah ulang tahunnya yang ke 13, Hatf Saiful Rasul terkena serangan udara lain.

Tak lama kemudian, ISIS mengumumkan kematian tiga orang Indonesia di dekat kota Jarabulus di Suriah.

“Mujahid kecil yang bahagia sudah meninggal,” tulis Anam dalam esainya.

“Tubuh kecilnya yang compang-camping hancur oleh bom.”

( Baca juga : Sophia Latjuba Putus dengan Ariel Noah, Syahrini Kena Getahnya, Lho Kok Bisa? )

“Saya tidak merasa sedih atau kehilangan, kecuali kesedihan yang terbatas seperti ayah yang ditinggalkan oleh anak tercintanya,” kata Anam kepada Reuters dalam catatan yang dia berikan di persidangan.

“Sebaliknya, saya merasa bahagia karena anak saya telah mencapai kesyahidan, insya Allah.”

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Kisah Bocah Asal Bogor yang Tewas di Suriah Bela ISIS.

Editor: Zainuddin
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved