Kota Batu

Begini Kondisi Dua Korban Ledakan yang Dirawat di RS Karsa Husada

Kondisi Erina dan Intan, dua korban ledakan ketel uap pembuat tahu di RS Karsa Husada berangsur mulai stabil, Sabtu (19/5/2018).

Penulis: Benni Indo | Editor: yuli
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Petugas menunjuk posisi korban tewas di lokasi ledakan mesin uap di Kota Batu, Jumat (18/5/2018) 

SURYAMALANG.COM, BATU – Kondisi Erina dan Intan, dua korban ledakan ketel uap pembuat tahu di RS Karsa Husada berangsur mulai stabil, Sabtu (19/5/2018). Hal itu disampaikan dokter RS Karsa Husada yang merawat kedua korban yakni dr Ferdinandus Stevanus Kakiay SpPD.

Ferdinandus menjelaskan, kedua pasien saat ini dirawat di ruangan khusus. Pasien juga belum bisa menerima kunjungan. Hal itu dilakukan karena pasien luka bakar sangat rentan terkontaminasi bakteri dari luar.

“Ada dua yang dirawat, kondisinya sudah stabil. Luka bakar perlu observasi, namanya luka bakar bisa naik turun kondisinya karena dari kulit yang terbuka. Jadi risiko infeksi cukup tinggi,” ujar Ferdinandus, Sabtu (19/5/2018).

Ferdinandus juga intensif memantau kondisi kedua korban. Para korban dipantu kondisi cairan tubuhnya dan produksi kencingnya. Kata Ferdinandus, luka bakar mengakibatkan korban kehilangan banyak cairan.

“Kami pantau produksi kencingnya. Luka bakar ini menyebabkan cairan tubuh hilang. Selain itu juga kami pantau demamnya. Kalau demam bisa akibat infeksi atau cairan kurang,” paparnya.

Meskipun kondisi cukup stabil, namun luka bakar yang dialami cukup serius. Oleh sebab itu, keduanya dirawat di ruangan khusus.

Intan mengalami luka derajat 2b, sedangkan Erina 2a. Istilah derajat 2a dan 2b itu adalah istilah kedokteran yang menjelaskan kondisi luka bakar.

“Kalau seriusnya sama-sama serius meskipun derajat lukanya ringan,” imbuhnya.

Ferdinandus menegaskan, pihaknya serius menangani kedua korban. Para korban akan dipersilahkan pulang jika kondisinya sudah betul-betul membaik. Pihak rumah sakit juga akan melakukan rehabilitasi dan fisioterapi kepada korban.

“Tapi pastinya, kami merawat semaksimal kami. Keduanya akan kami rawat sampai boleh dinyatakan pulang. Boleh pulang kalau luka bakar sudah membaik, makan minuman baik, luka membaik, kalau belum, kami tidak akan memulangkan,” paparnya

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved