Nasional

UU Antiterorisme Disahkan, Pasukan Khusus TNI Bagai Singa Lepas yang Siap Menerkam Mangsa

Pengesahan UU Antiterorisme sesungguhnya telah membuat para pasukan khusus TNI layaknya singa yang menerkam mangsanya.

UU Antiterorisme Disahkan, Pasukan Khusus TNI Bagai Singa Lepas yang Siap Menerkam Mangsa
intisari
Latihan bersama Kopaska dan Navy SEAL 

SURYAMALANG.com - Kepala Kepolisian RI (Kapolri) Jenderal Pol Tito Karnavian langsung memberikan peringatan kepada organisasi teroris pasca disahkannya RUU Antiterorisme menjadi undang-undang.

Undang-undang Antiterorisme yang baru, kata Tito, memberikan ruang kepada pemerintah untuk dapat mengajukan suatu organisasi sebagai organisasi teroris ke pengadilan.

"Organisasi ini tidak hanya korporasi badan hukum tetapi juga yang tidak berbadan hukum, artinya civil society," ujarnya di Polda Jambi, Jumat (25/5/2018).

"Nanti kita ajukan JAD (Jamaah Ansharut Daulah), JI (Jemaah Islamiyah), yang kita anggap selama ini organisasi teroris," sambung dia.

Setelah ada keputusan pengadilan, Polri tidak harus menunggu anggota organisasi itu melakukan teror untuk menangkapnya.

Pasukan Khusus TNI

Sejak militer AS mencanangkan perang terhadap terorisme global (War on Terrorism) pasca serangan teroris di AS pada 11/9/2001, negara-negara lain pun banyak yang mendukung AS dalam upaya memerangi terorisme termasuk Indonesia.

Pemerintah AS juga banyak memberi bantuan terhadap pasukan-pasukan khusus TNI dan Polri baik berupa fasilitas untuk mendukung latihan antiteror maupun berupa kerjasama latihan antiteror antara pasukan-pasukan khusus TNI dengan pasukan khusus AS.

Misalnya saja pasukan khusus TNI AL, Komando Pasukan Katak (Kopaska), secara rutin melaksanakan latihan bersama pasukan khusus AL AS (US Navy), Navy SEAL bersandi Flash Iron.

Tujuan dari pasukan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan peperangan antiteror, pertempuran jarak dekat, teknik selam tempur bawah laut (combat diver), kemampuan menembak sebagai sniper (markmanship), dan lainnya.

Halaman
12
Editor: Pambayun Purbandini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved