Magetan

Berdalih Sambut Mendiknas dan Biaya Seminar, Ribuan Guru di Magetan Ditarik Iuran Rp 200.000

RIBUAN GURU DI #MAGETAN DIPUNGUT Rp 200.000. Siswa TK juga disuruh beli kaus Rp 30.000. Dalihnya, menyambut Menteri Pendidikan!

SURYA/DONI PRASETYO
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy saat memberikan sambutan di Gebyar Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang dihadiri ribuan guru mulai PAUD - SMA di GOR Kabupaten Magetan, Jumat (11/5/2018). 

SURYAMALANG.COM, MAGETAN - Belum lagi tuntas kasus dugaan penggelembungan jumlah siswa SMPN yang ditangani Polres Magetan, kini ribuan guru di Magetan mulai PAUD/ TK/ SD dan SMP mengeluhkan pungutan menyambut kedatangan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas), Jumat (11/5/2018) lalu.

Tidak hanya guru yang dipungut, siswa siswi TK yang menyambut kedatangan Mendiknas juga diharuskan membeli seragam kaus seharga Rp 30.000. Padahal jumlah siswa TK mencapai ratusan.

"Tarikan dana Rp 200 ribu itu alasannya untuk biaya seminar dengan narasumber Menteri Pendidikan Nasional. Tapi seingat saya, ini juga dikatakan teman guru lain, seminar itu tidak pernah ada," kata seorang guru SMP yang tidak mau namanya disebut kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (27/5/2018).

Lucunya, sepekan lebih usai kedatangan Mendiknas itu, guru-guru diberi satu paket tas berbahan kertas berisi sertifikat seminar kosongan, sekotak roti, gelas, dan buku seminar narasumber Edy Siswanto, Ketua MKKS SMP Kabupaten Magetan.

"Mungkin paketan tas tidak sama, kalau saya berisi selembar sertifikat kosongan, sekotak roti, gelas dan buku seminar penulisnya Edy Siswanto yang Ketua MKKS Magetan itu. Soal iuran, ada yang sudah ditarik, ada yang nanti gajian Juni 2018 dipotong,"katanya.

Dikatakannya, jumlah guru yang dipungut untuk menyambut Mendiknas itu berjumlah kurang lebih 4000 guru. Total guru sebanyak itu dari PAUD/TK, SD, dan SMP.  Masing masing guru dikoordinator organisasinya.

"Pastinya bagaimana, tahunya saya dari sekolah. Kemungkinan lewat koordinator guru masing-masing. Kalau guru SMP lewat MKKS, kemungkinan juga guru SD, TK dan PAUD, sebenarnya semua guru juga tidak rela dikenakan pungutan menyambut Mendiknas itu, tapi bagaimana lagi,"ujarnya.

Bagaimana tanggapan pejabat?

Sekretaris Dinas Pendidik Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Magetan, Yussy Hermawan, mengaku tidak tahu pasti penyelenggaraan itu karena pelaksana penyambutan Mendikpora dilakukan induk organisasi guru masing-masing.

"Wah saya detilnya tidak tahu, soalnya pelaksanaannya ditangani guru-guru setempat. Kalau masalah seminar, ada seminarnya, narasumbernya dari Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) dan Pak Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Muhadjir Effendy," katanya.

Kasus pungutan kepada guru dan siswa, mulai SD sampai SMA, seringkali terjadi di Magetan. Namun sampai hari ini kasus itu belum satu pun diproses hukum, untuk memberi efek jera kepada pelaku pungutan.

Bahkan, Polres Magetan yang sudah memeriksa 39 Kepala Sekolah dan Bendahara Sekolah terkait kasus dugaan penggelembungan jumlah siswa di SMPN 2 Ngariboyo, Magetan itu, sepertinya  mandeg.

Janji Polisi segera menetapkan tersangka, sampai hari ini belum kunjung dilakukan. 

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved