Blitar
Tak Ada Pengolahan Limbah Medis di Kota Blitar, Selama ini Begini Cara Buangnya
#BLITAR - Limbah medis dari dokter praktik dan klinik ditampung di RS Syuhada Haji. Nanti kalau sudah banyak baru dikirim ke #Mojokerto.
Penulis: Samsul Hadi | Editor: yuli
SURYAMALANG.COM, BLITAR - Pengelolaan limbah medis masih menjadi masalah di Kota Blitar. Sampai sekarang Kota Blitar belum memiliki tempat khusus pembuangan limbah medis yang memenuhi persyaratan.
"Limbah medis ini juga menjadi fokus kami dalam penanggulangan sampah di Kota Blitar. Tapi kami belum bisa mengelola sendiri limbah medis," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Blitar, Pande Ketut Suryadi, kepada SURYAMALANG.COM, Senin (28/5/2018).
Pande mengatakan selama ini sering mendapat keluhan dari dokter praktik dan klinik kesehatan soal pengolahan limbah medis. Dokter dan klinik bingung membuang limbah medis. Selama ini, rumah sakit dan dokter praktik membuang limbah medis ke Mojokerto.
Tempat pembuangan limbah medis yang sudah memenuhi syarat hanya ada di Mojokerto. Otomatis, rumah sakit dan dokter praktik harus menambah biaya untuk membuang limbah medis di Mojokerto. "Tempat pembuangan limbah medis hanya ada di Mojokerto, mereka harus membuang ke sana," ujar Pande.
Yang jadi masalah, kata Pande, tempat pembuangan limbah medis di Mojokerto tidak mau menampung limbah medis yang jumlahnya sedikit seperti dari klinik maupun dokter praktik. Mereka hanya mau menampung limbah medis dalam jumlah banyak seperti dari rumah sakit.
"Para dokter praktik dan klinik bingung harus membuang limbah medis ke mana. Jangan sampai mereka membuang limbah medis sembarangan," ujarnya.
Dikatakannya, untuk mencarikan solusi itu, DLH sudah mengumpulkan para dokter dan kepala rumah sakit di Kota Blitar. Pertemuan itu untuk mencari solusi pengelolaan limbah medis dari dokter praktik dan klinik. Dari pertemuan itu, dibentuk paguyuban dokter praktik dan rumah sakit.
DLH juga menunjuk satu rumah sakit swasta untuk menjadi pengepul limbah medis dari dokter praktik maupun klinik. Rumah sakit swasta yang ditunjuk menjadi tempat pengepul limbah medis, yakni, RS Syuhada Haji.
"Limbah medis dari dokter praktik dan klinik ditampung di RS Syuhada Haji. Nanti kalau sudah banyak baru dikirim ke Mojokerto. Sebab, tempat pembuangan limbah medis di Mojokerto tidak mau menerima limbah medis dalam jumlah sedikit, harus banyak," kata Pande.
