Malaysia Terancam Bangkrut, Pemerintahnya Sampai Buka Donasi untuk Menyelamatkan Negara

Malaysia Terancam Bangkrut, Pemerintahnya Sampai Buka Donasi untuk Menyelamatkan Negara

Editor: Adrianus Adhi
Bendera Malaysia 

SURYAMALANG.com - Ada kabar mengejutkan dari negeri jiran kita, Malaysia. Negara ini terancam bangkrut karena menanggung hutang yang sangat besar, 1 Triliun Ringgit atau sekitar Rp 3,500 Triliun.

Dilansir SURYA MALANG dari BBC News, utang negara saat ini diperkirakan 80% dari Produk Domestik Bruto, PDB Malaysia.

Jumlah utang yang sangat besar itu menggerakkan sejumlah masyarakat untuk menggalang dana.

Perdana Menteri Malaysia tertua di dunia, Mahathir Mohamad  bahkan membuat pernyataan akan membuka rekening donasi Tabungan Harapan Malaysia atau Hope Fund.

Ide pembuatan Tabungan Harapan Malaysia itu 

dari salah satu warga Malaysia yang berbuat serupa, Nik Shazarina Bakti dengan nama donasi Please Help Malaysia.

Please Help Malaysia bentukan Nik Shazarina di situs GoGetFunding sejak pekan lalu telah mengumpulkan dana Rp 48,8 juta.

"Banyak warga Malaysia yang setelah mendengar kondisi utang negara berniat membuka donasi. Kami menyambut langkah patriotik mereka," kata Mahathir seperti dikutip dari Kompas.com.

Pemerintah kemudian menindaklanjuti rencana itu dengan jaminan transparansi dari Menteri Keuangan, Lim Guan Eng.

"Rakyat secara sukarela ingin menyumbang pendapatan mereka kepada pemerintah untuk mengurangi beban," jelas Lim Guan Eng dalam pernyataannya.

Sekadar diketahui, hutang Malaysia yang mencapai Rp 3.500 triliun itu membuat biaya hidup rakyat Malaysia meningkat.

Hal ini membuat pemerintah Malaysia pusing bukan kepalang lantaran hutang negara itu sangat mencekik perekonomian negeri Jiran.

"Kita belum pernah menghadapi masalah seperti ini sebelumnya. Dulu kita tak pernah memiliki utang lebih dari 300 miliar ringgit, tetapi kini mencapai 1 triliun ringgit," ujar Mahathir.

Langkah pertama Mahathir untuk menyelamatkan Malaysia dari kebangkrutan adalah dengan memberlakukan kembali pajak penjualan dan servis (SST).

Namun ia juga memberlakukan lagi subsidi bahan bakar untuk menekan meningkatnya biaya hidup rakyat Malaysia.

Tapi langkah Mahathir ini dinilai berbahaya lantaran bakal memperbesar defisit anggaran di berbagai sektor.

Di masa kampanye bahkan mantan PM Najib Razak yang kini jadi pesakitan sudah memperingatkan langkah-langkah ekonomi yang disarankan oleh Mahathir bisa memperburuk utang Malaysia lebih dari 1 triliun Ringgit.

Namun hal itu terpaksa harus dilakukan karena jumlah temuan terbaru utang negara Malaysia mencapai 65 persen dari GDP sehingga terancam tak bisa membayar.

Jauh dengan utang Indonesia yang berkisar 27 persen dari GDP dan masih dibatas 'sangat aman.' (grid.id/Kompas)

Tags
bangkrut
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved