Mojokerto
Satpol PP Mojokerto Buka Paksa Pintu Kamar Kos, 3 Cowok dan 1 Cewek Saling Berpelukan
Anggota satpol PP bersama Polresta Mojokerto dan Polisi Militer Denpom V-2 Brawijaya mengedor pintu kos meminta mereka keluar dari kamar kos
Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM, MOJOKERTO - Anggota Satuan Pamong Praja (Satpol PP) mengamankan empat remaja di rumah kos Desa Kuwung, Kelurahan Meri, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, Selasa malam (5/6/2018).
Keempat remaja itu terciduk berada di satu kamar kos. Para remaja itu terdiri dari tiga pria dan satu wanita.
Mereka bersembunyi ketika petugas gabungan melakukan razia dadakan di rumah kos itu.
Anggota satpol PP bersama Polresta Mojokerto dan Polisi Militer Denpom V-2 Brawijaya mengedor pintu kos meminta mereka keluar dari kamar kos.
Petugas sempat mematikan saklar listrik kamar kos di lantai II nomor 8.
Tidak hanya itu, petugas juga membuka jendela kaca kamar kos meminta supaya mereka keluar.
Meski begitu remaja tersebut bersikukuh bertahan di dalam kamar.
Saking takutnya para remaja Anak baru gede (ABG) itu malah bersembunyi di samping ranjang.
Petugas Satpol PP terpaksa membuka pintu kamar kos itu memakai kunci cadangan dari penjaga kos.
Ketika pintu kamar kos dibuka terlihat keempat remaja itu bergerombol saling berpelukan ngumpet di pinggir kasur.
Mereka tampak ketakutan berupaya menutupi wajahnya.
Setelah dilakukan pemeriksaan Identitas keempat remaja itu diangkut mengendarai mobil bak terbuka ke kantor Satpol PP untuk dilakukan pembinaan.
Hatta Amrullah Kabid Ketentraman dan Ketertiban Satpol PP Kota Mojokerto menjelaskan para remaja yang diamankan itu tidak kooperatif ketika diminta keterangan terkait Identitas.
Mereka bahkan cenderung memberikan keterangan plin-plan yang berubah-ubah.
"Untuk remaja wanita baru lulus SMA memiliki kartu identitas sedangkan tiga pria temannya tidak mempunyai," ujarnya, Rabu (6/6/2018).
Hatta mengatakan sebagai efek jera pihaknya akan mendatangkan masing-masing orang tua para remaja itu.
Ini dilakukannya supaya mereka tidak mengulangi perbuatannya apalagi saat ini bertepatan dengan bulan suci Ramadan.
"Keempat remaja ini akan dilakukan pembinaan agar selalu menjaga ketertiban dan etika di kamar kos," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/razia-saat-bulan-ramadan-di-mojokerto-empat-remaja-terciduk-di-dalam-kamar-kos_20180606_121752.jpg)