Ramadan 2018

Jadwal Buka Puasa Hari ini 14 Juni 2018 untuk Jakarta, Surabaya, Malang & Kota Besar di Jawa Timur

Jadwal buka puasa hari ini, Kamis (14/6/2018) wilayah Jakarta, Surabaya, Malang, Sidoarjo, Blitar, Pasuruan, Tulungagung dan kota lain di Jawa Timur.

Jadwal Buka Puasa Hari ini 14 Juni 2018 untuk Jakarta, Surabaya, Malang & Kota Besar di Jawa Timur
BANGKA POS/RESHA JUHARI
MALAM Ke 27 - Kerlap kerlip lampu pelita atau lampu minya tanah pada malam Tujuh Likur di Desa Mancung Kelapa, Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Minggu (4/8/2013). Tradisi malam tujuh likur yang dikenal dengan lampu tujuh likur tersebut ada pada malam 27 bulan suci Ramadhan, yang mana disemarakan dengan membuat lampu minyak tanah dari bambu, kaleng dan botol bekas kemudian dipasang disetiap depan rumah warga. 

IMSAK: 04.12 WIB

SUBUH: 04.22 WIB

MAGHRIB: 17.26 WIB

Untuk kota lain di Jawa Timur, selengkapnya bisa dilihat di laman ini.

Cara Menghidupkan Malam Idul Fitri

Salah satu wujud ketakwaan sesudah bulan Ramadhan adalah menghidupkan malam Idul Fitri dengan gema takbir dan ibadah lainnya.

Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ قَامَ لَيْلَتَىِ الْعِيدَيْنِ لِلهِ مُحْتَسِبًا لَمْ يَمُتْ قَلْبُهُ يَوْمَ تَمُوتُ الْقُلُوبُ. (رواه الشافعي وابن ماجه)

Artinya, “Siapa saja yang qiyamul lail pada dua malam Id (Idul Fitri dan Idul Adha) karena Allah demi mengharap ridha-Nya, maka hatinya tidak akan mati pada hari di mana hati manusia menjadi mati,” (HR As-Syafi’i dan Ibn Majah).

Lalu bagaimana orang dapat dikatakan memperoleh keutamaan menghidupkan malam hari raya?

Dilansir SURYAMALANG.com dari nu.or.id, begini pendapat para ulama:

Pendapat pertama (as-shahih) menyatakan dengan menggunakan mayoritas waktu malam hari raya untuk beribadah.

Pendapat kedua mengatakan cukup beribadah sesaat saja dari malam hari raya. Ini diperkuat dengan keterangan dari Imam As-Syafi’i yang mengisahkan bahwa ketika malam hari raya Idul Fitri dan Idul Adha para masyayikh kota Madinah datang ke masjid, berdoa, dan berzikir sampai lewat beberapa saat saja waktu malam tersebut.

Sedangkan pendapat ketiga sebagaimana dikutip oleh Al-Qadhi Husain dari Ibn Abbas RA mengatakan, keutamaan menghidupkan malam hari raya diperoleh dengan shalat Isya’ secara berjamaah dan bertekan untuk melakukan shalat subuh di pagi harinya secara berjamaah pula. (Lihat Imam An-Nawawi, Al-Adzkar, [Jeddah: Maktabah Al-Irsyad, tanpa catatan tahun], juz V, halaman 145).

Mengetahui hal tersebut, mari kita menghidupkan malam hari raya Idul Fitri dengan berbagai ibadah, takbir, zikir, doa, shalat-shalat sunah dan ibadah lainnya.

(*)

Jangan lupa follow akun instagram Suryamalang.com, ojok lali yo rek!

Penulis: Pambayun Purbandini
Editor: Pambayun Purbandini
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved