Jombang
Cabup Jombang Jadi Tersangka Korupsi, Raih 33,51 Persen Suara
Nyono sekarang ini dalam posisi akan segera disidang di Pengadilan Tipikor Surabaya.
Penulis: Sutono | Editor: yuli
SURYAMALANG.COM, JOMBANG-Klaim timses pasangan calon (paslon) bupati-wabup, Mundjidah Wahab-Sumrambah yang menyatakan jagonya memenangi Pilkada Jombang, tampaknya bakal menjadi kenyataan.
Setidaknya, berdasarkan hitungan sementara KPU Jombang, pasangan Mundjidah-Sumrambah saat ini mengungguli dua pesaingnya dalam perolehan suara.
Hitung cepat KPU yang berdasarkan akumulasi data perolehan suara dari model C1, menyebutkan Mundjidah Wahab-Sumrabah meraih 203.271 suara atau 49,65 persen.
Pasangan yang diusung PPP, Demokrat dan Gerindra serta parpol nonparlemen Perindo ini unggul jauh atas dua penantangnya, yakni paslon nomor urut 2 Nyono Suharli Wihandoko-Subaidi Mukhtar, dan paslon Syafiin-Choirul Anam.
Paslon nomor urut 2, Nyono Suharli Wihandoko-Subaidi sementara memperoleh 137.177 suara atau 33,51 persen.
Sedangkan paslon nomor urut 3, Syafiin-Choirul Anam (Syahrul) hanya meraih 68.964 suara atau 16,84 persen.
Keunggulan sementara Mundjidah Wahab-Sumrambah ini berdasarkan 63,67 persen atau 1.367 suara masuk dari 2.147 Tempat Pemungutan Suara (TPS). Jumlah surat suara itu tercatat masuk hingga pukul 16.15 WIB.
Komisioner KPU Kabupaten Jombang, Muh Fatoni mengungkapkan selama pelaksanaan pemberian hak suara di Pilkada Jombang, KPU menargetkan hingga 75 persen untuk tingkat kehadiran masyarakat atau partisipasi masyarakat.
Jumlah itu dinilai realistis mengingat tingkat kehadiran masyarakat di pilkada 2013 lalu mencapai hingga 70,02 persen.
"Target nasional 77,5 persen, dan kami sudah menargetkan hingga 75 persen," kata Fatoni kepada Surya, Kamis (28/6/2018).
Fatoni mengaku sudah mengimbau masyarakat Kabupaten Jombang untuk memberikan hak suaranya di Pilkada. Sebab pemilihan ini untuk memilih kepala daerah lima tahun ke depan.
Selama pelaksanaan pemberian hak suara, KPU menilai relatif lancar. Saat ini, untuk penghitungan di tingkat TPS sudah selesai dan data sudah dalam proses rekapitulasi, sebelum nantinya direkapitulasi di tingkat KPU.
Raihan suara paslon Nyono Suharli cukup signifikan. Karena meskipun gagal memenangi pilkada, namun tetap mampu mengalahkan secara telak paslon nomor urut 3, pasangan Syahrul.
Padahal, Nyono sekarang ini dalam posisi akan segera disidang di Pengadilan Tipikor Surabaya. Penyidik KPK merampungkan berkas Nyono pada akhir bulan Mei 2018.
Nyono saat masih menjadi Bupati Jombang terkena OTT KPK dan kemudian bersama Plt Kadis Kesehatan Jombang Inna Silestyowati ditetapkan sebagai tersangka praktik suap jabatan.
Inna diduga mengumpulkan uang suap dari 34 Puskesmas di Jombang dan diberikan kepada Nyono. Pemberian diperuntukan agar Inna yang menjabat Plt diangkat menjadi Kadis Kesehatan definitif.
Pilkada Jombang sendiri diikuti tiga paslon. Masing-masing, paslon nomor urut 1, Mundjidah Wahab-Sumrambah diusung PPP (4 kursi), Partai Demokrat (6 kursi) serta Partai Gerindra (2 kursi). Selain itu didukung partai nonparlemen, Perindo.
Kemudian nomor urut 2, pasangan Nyono Suharli-Subaidi Mukhtar. Pasangan tersebut diusung Partai Golkar (7 kursi), PKB (8 kursi), PKS (5 kursi), Partai Nasdem (4 kursi) dan PAN (3 kursi).
Terakhir atau paslon nomor urut 3, M Syafiin-Choirul Anam diusung PDIP (9 kursi) dan Partai Hanura (2 kursi). Syahrul juga didukung partai nonparlemen, PKPI dan PBB.
Sementara jumlah DPT (Daftar Pemilih Tetap) di Pilbup Jombang mencapai 998.463 orang. Terdiri dari 496.949 laki-laki dan 501.514 perempuan. Sedangkan jumlah TPS di 306 desa dan kelurahan sebanyak 2.147 buah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/politisi-golkar-bupati-jombang-nyono-suharli-wihandoko_20180203_222726.jpg)