Pilkada Kota Malang

Ribuan Lembar Undangan Memilih Tidak Terdistribusikan saat Pilkada Kota Malang

ada 24,589 lembar C-6 yang tidak terdistribusi ke pemilih. Ada lima kategori kenapa C-6 tidak terdistribusi yakni pemilih meninggal dunia

Ribuan Lembar Undangan Memilih Tidak Terdistribusikan saat Pilkada Kota Malang
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Proses rekapitulasi Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali (Pilkada) Kota Malang dan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang, Kamis (5/7/2018). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Lebih dari 24 ribu surat undangan untuk memilih di Tempat Pemungutan Suara (TPS) atau yang dikenal dengan formulir C-6 tidak terdistribusi ke pemilih saat Pilkada Kota Malang 2018. Tepatnya mencapai 24.589 lembar C-6 yang tidak terdistribusi.

Hal ini diketahui ketika lima Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se-Kota Malang menyampaikan hasil penghitungan suara tingkat kecamatan saat rekapitulasi hasil Pilkada di tingkat kota atau KPU Kota Malang, Kamis (5/7/2018).

Menurut Ketua KPU Kota Malang Zaenudin, terdapat 24,589 lembar C-6 yang tidak terdistribusi ke pemilih. "Ada lima kategori kenapa C-6 tidak terdistribusi yakni pemilih meninggal dunia, pindah alamat, tidak dikenal, tidak dapat ditemui, dan lain-lain," kata Zaenudin.

Keseluruhan data dan alasan C-6 tidak terdistribusi di semua kecamatan direkap, dan juga akan diserahkan ke KPU Provinsi Jatim. Jumlah C-6 yang tidak terdistribusi juga dituangkan ke berita acara.

"Tentunya kami juga akan evaluasi, terutama yang C-6 tidak terdistribusi karena pemilih tidak dapat ditemui. Sedangkan untuk pencoretan, tidak bisa secara langsung kami lakukan. Sebab, jika nama dan NIK pemilih masih tercatat di data kependudukan maka nama pemilih itu tidak bisa dicoret. Dasar pendataan dan pencocokan kami adalah data kependudukan," tegas Zaenudin.

Sementara itu, saksi dari Paslon kepala daerah Kota Malang nomor urut 2, Arief Wahyudi menegaskan KPU Kota Malang harus mengevaluasi diri atas banyaknya C-6 yang tidak terdistribusi.

"Harus ada evaluasi kenapa banyak C-6 tidak terdistribusi. Bagaimana dengan proses Coklit (pencocokan dan penelitian) kemarin, kok nama-nama pemilih itu tetap masuk di DPT. Kami minta saat Pileg dan Pilpres nanti, data itu sudah klir," tegas Arief.

Sedangkan Ketua Panwaslu Kota Malang Alim Mustofa menegaskan banyaknya C-6 yang tidak terdistribusi menjadi catatan Panwaslu.

"Memang untuk C-6 yang tidak terdistribusi bisa dikembalikan oleh KPPS ke PPS, namun tetap harus ada koreksi. Terutama untuk pemilih yang tidak dikenal. Apakah petugas pencocokan data sudah benar-benar mendatangi pemilih sampai ke rumahnya, door to door. Ini akan menjadi catatan bagi kami," tegas Alim.

Berdasarkan rekapitulasi di tingkat kota itu diketahui, C-6 yang tidak terdistribusi paling banyak terjadi di Kecamatan Sukun mencapai 10.293 lembar. C-6 yang tidak terdistribusi karena pemilih tidak dikenal mencapai 1.110 lembar, karena tidak dapat ditemui sebanyak 2.991 lembar, dan lain-lain sebanyak 933 lembar.

Sementara C-6 yang tidak terdistribusi di Kecamatan Kedungkandang mencapai 5.881 lembar dengan rincian pemilih meninggal dunia sebanyak 438 lembar, alamat pindah 1.800 lembar, tidak dikenali 994, tidak dapat ditemui 1.917, dan lain-lain 732.

Sedangkan C-6 di Kecamatan Blimbing yang tidak terdistribusi mencapai 5.901, dengan rincian pemilih yang meninggal dunia sebanyak 482, pindah alamat 1.870, tidak dikenal mencapai 414, tidak dapat ditemui sebanyak 2.643, dan lain-lain 492.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved