Breaking News:

Malang Raya

Polres Malang Gelar Rekonstruksi Ibu Kandung Aniaya Anak Hingga Tewas

Unit V Pelayanan Perempuan dan Anak Satreskrim Polres Malang menggelar reka ulang kasus ibu kandung yang menganiaya anaknya hingga tewas.

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM/Ahmad Amru Muiz
Rekonstruksi kasus penganiayaan oleh ibu kandung terhadap anaknya hingga tewas yang digelar UPPA Polres Malang, Senin (16/7/2018). 

SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Unit V Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Malang menggelar reka ulang kasus ibu kandung yang menganiaya anaknya hingga tewas.

Hal itu dilakukan untuk kelengkapan berkas pemeriksaan kasus penganiayaan ibu kandung terhadap anaknya hingga meninggal dunia.

Kanit UPPA Polres Malang, Ipda Yulistiana Sri Iriana menjelaskan, ada 16 adegan reka ulang yang diperagakan dengan mengambil tempat Ruang Tidur, Kamar Mandi dan Teras Rumah di Kantor UPPA Polres Malang.

"Rekonstruksi di kantor UPPA Polres kami lakukan untuk menjaga keselamatan dan keamanan tersangka," kata Ipda Yulistiana, Senin (16/7/2018).

Dijelaskan Yulistiana, dalam rekonstruksi tersebut penganiayaan yang mengakibatkan SA (8) meninggal dunia, Ani Musripah (38) Ibu kandung korban diawali dari tersankga membuka amplop lebaran dalam kamar pada adegan pertama.

Pada adegan kedua, Musripah yang tinggal di Desa Tempur Kecamatan Pagak Kabupaten Malang lalu menyeret korban masuk ke dalam rumah. Pakaian korban kemudian dilucuti dan diminta untuk mandi.

Itu dilakukan tersangka karena kesal korban telah mengambil uang dalam amplop lebaran. Musripah menyeret korban ke dalam kamar mandi selanjutnya mengguyur air kepada korban, dan dipukul menggunakan gayung ke arah kaki, kepala, badan dan muka.

Pada adegan berikutnya, Musripah yang kalap juga menggigit bahu anak sulungnya yang masih duduk dibangku kelas 2 SD. Selepas dianiaya dalam kamar mandi, Musripah kemudian menyuapi korban dan memangkunya. Selesai makan, korban bahkan sempat Sholat Mahgrib.

Pasca Sholat, korban merasa ingin muntah dan lari ke teras rumah. Usai muntah, Musripah mendengar seperti benda jatuh. Dimungkinkan saat itu jatuh.

Pada adegan ke 11 dan 12, korban meminta pangku Musrifah. Dengan posisi rebahan dipaha ibu kandungnya, Musripah kemudian mengajak anaknya masuk ke dalam kamar. Didalam kamar, Musripah mendekapnya. Memeluknya erat, meninabobokan korban.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved