Breaking News:

Madiun

Bupati Madiun Tawarkan Sapi Limosin 1.030 Kilogram kepada Jokowi

#MADIUN - Sapi yang ingin dia tawarkan adalah sapi jenis Limosin milik peternak bernama Sukatman, dari Kecamatan Wungu.

Penulis: Rahadian Bagus | Editor: yuli
rahadian bagus priambodo
SAPI LIMOUSINE - Bupati Madiun, Muhtaromm akan menawarkan sapi juara kontes ternak yang diselenggarakan Dinas Peternakan Kabupaten Madiun kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk dijadikan hewan kurban. 

SURYAMALANG.COM, MADIUN - Bupati Madiun, Muhtaromm akan menawarkan sapi juara kontes ternak yang diselenggarakan Dinas Peternakan Kabupaten Madiun kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk dijadikan hewan kurban.

"Nanti saya infokan ke beliaunya, kalau bisa diambil beliaunya kan lumayan," kata Muhatrom usai memberikan hadiah dan piala kepada para pemenang kontes ternak yang digelar di Lapangan Wungu, Kelurahan Munggut, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Selasa (17/7/2018) siang.

Ia menuturkan, seperti biasanya setiap tahun presiden mencari hewan kurban berukuran besar dan berkualitas terbaik untuk dijadikan hewan kurban. Oleh sebab itu, ia akan mencoba menawarkan sapi terbaik dari Kabupaten Madiun kepada Jokowi.

"Ini serius, karena biasanya pimpinan kita kan mesti mencari lembu atau sapi kurban yang over (besar). Saya tahu, beliaunya maksudnya juga ingin memotivasi para peternak. Beliaunya bisa di WA, kan nanti juga menanggapi," kata bupati yang akrab disapa Mbah Tarom ini.

Sapi yang ingin dia tawarkan adalah sapi jenis Limosin milik peternak bernama Sukatman, dari Kecamatan Wungu. Sapi berusia 2,5 tahun ini memiliki berat sekitar 1030 kilogram.

Muhtarom menuturkan, sapi tersebut diperkirakan memiliki harga jual sekitar Rp 75 juta. "Kalau tadi ada yang nyletuk Rp 100 juta, tapi kalau ditawar kira-kira Rp 75 juta sudah dapat," katanya.

Ia menuturkan, kontes ternak diselenggarakan setahun sekali setiap perayaan hari jadi Kabupaten Madiun. Dengan adanya kontes ternak ini, diharapkan masyarakat akan tahu peternak mana yang bagus.

Selain itu, juga memberikan motivasi kepada masyarakat, khususnya petani dan peternak agar lebih bersemangat. Sebab, selama ini profesi peternak masih dijadikan pekerjaan sampingan.

"Padahal itu bagian dari pekerjaan untuk mendapatkan tambahan penghasilan bagi keluarga,"katanya.

Mbah Tarom menambahkan, dia berharap dengan populasi ternak sapi sebanyak 60 ribu per tahun, Kabupaten Madiun dapat menjadi sentra ternak sapi.

"Tinggal komitmen dari pimoinannta saja. Kalau potensi sangat ada, dengan jumlah populasi sapi 60 ribu per tahun,"katanya. 

Caption :

Mbah Tarom berfoto bersama sapi pemenang juara satu kontes ternak.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved