Sidoarjo

Jangan Selfie di Rel Kereta Api, Bila Nekat Bakal Menanggung Resiko yang Mengerikan

Jangan Selfie di Lintasan Kereta Api, Bila Nekat Bakal Menanggung Resiko yang Mengerikan. Sayangi Nyawa Guys

Penulis: M Taufik | Editor: eko darmoko
www.noqta.info/
Ilustrasi 

SURYAMALANG.COM, SIDOARJO - Jangan bermain di rel kereta api, jangan suka foto-foto selfie di rel, dan harus memperhatikan rambu saat akan menyeberangi rel kereta api karena itu berbahaya.

Demikian jawab Alhamdulillah Sekti Rahayu, siswi kelas 3 SDN Wonocolo 1 Sidoarjo saat ditanya SURYAMALANG.COM, usai mengikuti kegiatan sosialisasi bersama PT KAI di sekolahnya, Kamis (19/7/2018).

"Bermain di rel kereta itu bahaya. Soalnya kereta api melajunya kencang dan tidak bisa berhenti mendadak," sambung siswi berjilbab ini.

Ya, jawaban yang disampaikan bocah ini merupakan materi utama yang disampaikan petugas dari PT KAI Daop 8 dalam sosialisasi yang digelar di SDN Wonocolo 1.

Humas PT KAI Daop 8 menyampaikan bahwa sosialisasi sengaja digelar di sekolah yang berdekatan dengan stasiun dan rel kereta api untuk bersama-sama menekan angka kecelakaan di rel kereta api.

"Selain agar anak-anak paham tentang bahaya bermain di rel kereta api, sosialisasi juga mengajak guru dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga anak-anak kita semua," kata Gatut.

Hal lain yang juga menjadi materi utama sosialisasi ini adalah banyaknya orang yang suka selfie atau foto-foto di rel kereta api. Disarankan, aktivitas itu tidak dilakukan, apalagi ketika sudah melihat ada kereta hendak lewat.

"Kecepatan kereta api rata-rata 120 kilometer per jam, dan tidak bisa berhenti mendadak. Sudah ada beberapa korban tewas terserempet kereta api akibat aksi foto-foto seperti itu. Makanya kami mengajak anak-anak dan semua pihak untuk menghindarinya," lanjut dia.

Tak kalah penting, sosialisasi juga mengingatkan agar semua selalu waspada ketika hendak lewat di perlintasan kereta api. Semua wajib berhenti dulu sambil memperhatikan apakah ada kereta atau tidak sebelum melintasi rel.

Seperti diketahui, di perlintasan yang sudah ada palang pintunya saja masih kerap diterobos oleh warga. Apalagi perlintasan yang tanpa palang pintu.

"Tidak semua perlintasan ada palang pintunya, tapi di semua perlintasan pasti terpasang rambu stop alias wajib berhenti. Itu berlaku untuk semua kendaraan sebelum melintasi perlintasan kereta api," tukasnya.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved