Universitas Negeri Malang

Ada Skandal Korupsi Besar di Universitas Negeri Malang, Begini Tanggapan Rektor Rofi’uddin

Rektor Universitas Negeri Malang (UM) Prof M Rofi’uddin membantah telah menerima aliran dana korupsi pengadaan peralatan laboratorium.

Ada Skandal Korupsi Besar di Universitas Negeri Malang, Begini Tanggapan Rektor Rofi’uddin
um.ac.id
Prof Dr Rofi'uddin MPd saat dilantik sebagai Rektor Universitas Negeri Malang (UM), 2014. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Rektor Universitas Negeri Malang (UM) Prof M Rofi’uddin membantah telah menerima aliran dana korupsi pengadaan peralatan laboratorium Fakultas MIPA UM. Hal itu ia sampaikan melalui pesan pendek kepada wartawan, Selasa (24/7/2018).

“Saya tidak menerima uang dari mereka. Hal itu sudah dibuktikan dalam persidangan,” tulis Prof Rofi’uddin, Selasa (24/7/2018).

Namun Rofi’uddin tidak banyak menjelaskan dalam pesan singkatnya itu. Ia menyerahkan persoalan kasus hukum itu ke Badan Konsultasi dan Bantuan Hukum (BKBH) UM.

“Kalau sudah menyangkut hukum, saya menyerahkan ke BKBH UM, monggo ditanyakan lebih lanjut ke pak Sigit selaku sekretaris BKBH,” ujarnya.

Namun Sigit belum bisa dihubungi hingga Selasa sore sekitar pukul 17.00 wib. Sementara beberapa waktu lalu, ketua BKBH UM Prof Suko Wiyono juga enggan berkomentar banyak terkait kasus korupsi ini.

“Kalau bicara soal pendidikan, saya layani. Kalau soal kasus ini saya tida​k komentar​,” terangnya. 

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang, Amran Lakoni mengatakan telah membentuk tim khusus. Tim Khusus Kejari ini dibentuk untuk mengurai benang kusut kasus dugaan korupsi pengadaan​ peralatan laboratorium MIPA Universitas Negeri Malang (UM) senilai Rp 46,5 miliar. 

“Kami sudah menurunkan tim khusus (Timsus) untuk melakukan penyelidikan. Timsus itu dipimpin Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Kota Malang,” kata Amran.

Dia menjelaskan penyelidikan yang melibatkan tim khusus itu bukan karena adanya dua terpidana yang melayangkan pengaduan ke KPK dan Kejaksaan Agung (Kejagung). Namun, karena dalam putusan kasasi menyebutkan ada pihak lain yang disebut-sebut juga terlibat.

“Itu yang kami selidiki. Soal benar tidaknya kita tunggu hasil penyelidikan. Adakah dalam penyelidikan itu ditemukan alat bukti atau tidak. Dasar kita alat bukti, bukan katanya,” tegas dia.

Halaman
12
Penulis: Benni Indo
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved