Malang Raya

Pengangguran Asal Sidoarjo Kluyuran ke Malang untuk Nyuri Motor, Nasibnya Berakhir di Bui

ADP alias Sule (18) pengangguran warga Desa Sentul, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo diamankan jajaran Polsek Singosari Kabupaten Malang

Pengangguran Asal Sidoarjo Kluyuran ke Malang untuk Nyuri Motor, Nasibnya Berakhir di Bui
IST
Tersangka pencurian motor ditangkap Polsek Singosari Kabupaten Malang 

SURYAMALANG.COM, SINGOSARI - Diduga mencuri sepeda motor, ADP alias Sule (18) pengangguran warga Desa Sentul, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo diamankan jajaran Polsek Singosari Kabupaten Malang.

Dari tersangka Sule, diamankan barang bukti satu unit sepeda motor Yamaha Vega ZR nopol N 5233 LE, dan lainya.

Kasubag Humas Polres Malang, AKP Farid Fathoni menjelaskan, kasus tersebut berawal dari kegiatan Patroli jajaran Satreskrim Polsek Singosari di salah satu tempat ibadah di Jalan Raya Karanglo Desa Banjararum Kecamatan Singosari Kabupaten Malang.

Saat itu, jajaran melihat ada seseorang yang gerak-geriknya mencurigakan di area parkir sepeda motor tempat ibadah tersebut.

"Anggota pun terus mengawasi tingkah laku tersangka dari kejauhan," kata Farid Fathoni mendampingi Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung, Selasa (24/7/2018).

Benar saja, dikatakan Farid Fathoni, tersangka yang dicurigai berdiri di tempat parkit tempat ibadah mendekati salah satu sepeda motor yang di parkir.

Tersangka pun dengan tenang mengambil satu sepeda motor dan mendorongnya keluar dari tempat parkir.

Melihat hal itu, jajaran Satreskrim Polsek Singosari yang mengintai tersangka langsung bertindak menghentikan langkahnya.

Namun tersangka bukannya berhenti tetapi langsung berupaya kabur meninggalkan sepeda motor yang akan dicuri.

Dan tersangka berhasil dikejar dan diamankan jajaran Satreskrim. Tersangka langsung diamankan beserta barang bukti sepeda motor yang dicurinya di Mapolsek Singosari.

"Tersangka kini sedang menjalani proses pemeriksaan di Mapolsek Singosari. Tersangka terancam dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman hinga 7 tahun penjara," tutur Farid Fathoni.

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved