Universitas Negeri Malang

Rektor Universitas Negeri Malang Bantah Terima Aliran Dana Korupsi

Saat itu yang menjadi Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) adalah Prof Soeparno selaku rektor, sementara PPK adalah Andoyo.

Rektor Universitas Negeri Malang Bantah Terima Aliran Dana Korupsi
um.ac.id
Prof Dr Rofi'uddin MPd saat dilantik sebagai Rektor Universitas Negeri Malang (UM), 2014. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Sekretaris Badan Konsultasi dan Bantuan Hukum (BKBH) Universitas Negeri Malang (UM) Sigit Budi Santoso membantah kalau rektor UM Prof Rofi’uddin menerima aliran dana kasus korupsi pengadaan alat laboratorium Fakultas MIPA UM. Ia menegaskan, tuduhan yang selama ini menyebutkan kalau Rofi’uddin menerima aliran dana adalah tidak benar.

“Tuduhan aliran dana itu tidak betul. Zaman persidangan di tingkat pertama itu sudah diungkap di fakta persidangan tidak ditemukan bukti,” tegas Sigit, Selasa (24/7/2018).

Dijelaskan Sigit, saat itu yang menjadi Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) adalah Prof Soeparno selaku rektor, sementara PPK adalah Andoyo, Ketua Panitianya Abdulloh Fuad dan sekretarisnya Sutoyo.

Angka Rp 14 miliar yang disebut-sebut merupakan kerugian negara juga disebut Sigit bukan jumlah kerugian negara. Sigit menyebut angka itu adalah selisih perhitungan harga.

“Itu bukan kerugian, tapi selisih perhitungan. Itu yang saya ketahui saat mengikuti persidangan. Itu kan selisih harga yang menurut pihak yang menuduh itu harusnya sekian,” paparnya.

Ditanya terkait jumlah kerugian negara yang sebenarnya versi Sigit, ia mengatakan tidak tahu persis. Hanya saja ia menyebutkan jumlahnya miliaran.

Sigit mengatakan, bisa saja isu ini dihembuskan karena menjelang pemilihan rektor UM.

“Mungkin saja karena orang kan punya kepentingan. Saya tidak menuduh, tapi mungkin saja,” katanya. 

Penulis: Benni Indo
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved