Tulungagung

Ketua IPHI Tulungagung Curigai Penipuan di Balik Badal Haji

Biaya untuk satu badal haji tahun 2017 sebesar Rp 7.000.000 per orang. Namun penerima amanah terindikasi tidak melaksanakan badal haji.

Ketua IPHI Tulungagung Curigai Penipuan di Balik Badal Haji
david yohanes
Pj Bupati Tulungagung, Jariyanto mengalungkan sorban sebagai simbol pemberangkatan haji. 

SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG - Data dari Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Tulungagung, setiap tahun ada minimal 300 orang ada badal haji dari Tulungagung. Namun ada indikasi penipuan di balik pelaksanaan haji amanah ini.

Hal ini diungkapkan ketua IPHI Tulungagung, Fuad Saiful Anam, saat pelepasan calon jamaah haji (CJH), Rabu (25/7/2018) di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bangsa.

Biaya untuk satu badal haji tahun 2017 sebesar Rp 7.000.000 per orang. Namun penerima amanah terindikasi tidak melaksanakan badal haji.

“Terindikasi mereka hanya menerima uang dari kita, kemudian sepulang haji kita diberi piagam. Sementara di sana, badal haji ini tidak pernah dilaksanakan,” ujar Fuad.

Piagam haji ini hanya berharga sekitar 5 Riyal Saudi. Salah satu ketentuan badal, satu orang yang bisa membadalkan satu orang.

Jika setiap tahun ada 300 orang yang membadalkan, maka ada 300 orang yang berangkat ke tanah suci.

Dengan jumlah itu maka kuota tempat tidak memungkinkan. Bisa jadi badal dilaksanakan oleh orang Indonesia yang ada di Arab Saudi.

Namun data pemukim asal Indonesia di seluruh tanah Arab hanya sekitar 7000 orang.

“Saat musim haji, jika mereka masuk ke Mekah mereka kena charge Rp 4.000.000 per orang. Kita logika, masuk akal tidak?” tambah Fuad.

Dalam hitungan Fuad, dari Rp 7.000.000 harus dibagi antara perantara dan pelaksana badal. Jika harus dipotong biaya masuk Mekah, maka dana hanya tersisa Rp 3.000.000.

Halaman
12
Penulis: David Yohanes
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved