Malang Raya

Mendagri ke Malang, Sebut Tak Etis Pelantikan Kepala Daerah di Penjara

Tjahjo mengakui berdasarkan UU, sebelum ada kekuatan hukum tetap seseorang yang memenangi Pilkada tetap bisa dilantik.

Mendagri ke Malang, Sebut Tak Etis Pelantikan Kepala Daerah di Penjara
david yohanes
Bupati Tulungagung non aktif sekaligus calon bupati nomor urut dua, Syahri Mulyo. 

SURYAMALANG.COM, KEDUNGKANDANG - Kepala daerah terpilih tetapi sedang ditahan kemungkinan besar tidak akan bisa langsung dilantik. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjajho Kumolo mengaku saat ini sedang memikirkan alternatif pelantikan bagi kepala daerah terpilih atau pemenang Pilkada 2018 namun sedang menjalani tahanan.

"Saya sedang memikirkan bagaimana dengan kepala daerah pemenang Pilkada namun dia ditahan. Kalau memungkinkan yang dilantik wakilnya dulu. Kepala daerahnya (bupati atau wali kota) nunggu kekuatan hukum tetap," ujar Tjahjo saat berada di Kota Malang, Rabu (1/8/2018).

Tjahjo mengakui berdasarkan UU, sebelum ada kekuatan hukum tetap seseorang yang memenangi Pilkada tetap bisa dilantik. "Nunggu sampai ada kekuatan hukum tetap-lah. Kalau dia nggak salah kan berarti bisa dilantik. Dulu itu ada kepala daerah dilantik di LP, kan nggak enak rasanya pelantikan di LP (Lembaga Pemasyarakatan), nggak etis," imbuh Tjahjo.

Karenanya, saat ini Kemendagri masih mencari jalan keluar atas fenomena ditahannya beberapa orang kepala daerah pemenang Pilkada di Indonesia.

Seperti diketahui, menjelang dan setelah Pilkada 2018 lalu, sejumlah calon kepala daerah kesandung persoalan hukum, termasuk dugaan kasus korupsi di dalamnya. Komisi Pemberantasan KOrupsi (KPK) misalnya menahan sejumlah calon kepala daerah, ataupun kepala daerah terpilih.

Di Jawa Timur, misalnya, ada pemenang Pilkada yakni Calon Bupati Tulungagung Syahri Mulyo. Sebelum pemilihan 27 Juni, KPK menangkapnya. Tetapi dia yang berpasangan dengan Maryoto Bhirowo memenangi Pilkada Tulungagung. Syahri kini menjalani penahanan oleh penyidik KPK.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved